Ojol Dikeroyok Usai Dituduh Curi Topi di Bantul, Polisi Selidiki

kumparan.com
1 hari lalu
Cover Berita

Seorang ojek online (ojol) di Bantul berinisial MAA (47 tahun) harus menerima tujuh jahitan di wajah sekitar mata setelah dikeroyok karena dituduh mencuri topi.

Rekan-rekan ojol yang tergabung di Forum Ojek Online Yogyakarta Bergerak (FOYB) berharap korban mendapatkan keadilan.

"Di Lapangan Trirenggo (Bantul), korban dikeroyok dan disiksa oleh dua orang selama kurang lebih 2 hingga 2,5 jam. Saat kejadian, korban masih mengenakan atribut ojol miliknya. Aksi pengeroyokan berhenti setelah dilerai oleh salah satu kenalan pelaku pengeroyokan yang datang menyusul ke lokasi," kata Ketua FOYB Rie Ramawati dikonfirmasi, Senin (5/1).

Wuri sapaan akrab Rie mengatakan peristiwa pengeroyokan terjadi 30 Desember 2025 lalu. Namun korban baru berani melapor ke kepolisian setelah dua hari kejadian.

Rekan-rekan ojol, menurut Wuri berharap agar pelaku bisa segera ditangkap. Penganiayaan merupakan tindakan yang tak bisa ditoleransi.

"Aparat harus bertindak tegas dengan segera memproses kasusnya dan terduga pelaku diberi hukuman seberat beratnya," jelasnya.

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, mengatakan laporan korban telah diterima polisi pada 1 Januari.

Kejadian bermula pada Minggu, 28 Desember, saat korban menunggu penumpang di kos Jalan Parangtritis, Bantul. Saat itu dia sekalian main ke kos temannya.

"Pada saat korban hendak meninggalkan kos dituduh mencuri topi salah satu penghuni kos," kata Rita.

Lalu, pada Selasa, 30 Desember, pukul 20.30 WIB korban mendapat WA dari orang berinisial ARF ada orderan mengirim barang dari Mie Nyinyir beralamat di Nogosari, Trirenggo, Bantul.

"Setelah sampai di Mie Nyinyir korban diboncengkan oleh ARF ke Lapangan Trirenggo sebelah selatan. Setelah sampai di lapangan, korban diminta untuk mengakui bahwa telah mengambil topi milik salah satu orang penghuni kosan-kosan, kemudian korban dipukuli dan dicambuk oleh dua orang laki-laki yang korban tidak mengenalinya," katanya.

Korban dipukul beberapa kali di bagian mata kanan, hidung, bibir, kepala bagian atas dan bagian belakang. Selain itu dia juga diinjak lehernya, dan dicambuk beberapa kali menggunakan alat semacam selang karet mengenai punggung dan dada korban.

"Korban mengalami luka luka dan mengeluarkan darah pada bagian wajah, dan luka memar pada punggung dan dada. Selanjutnya korban berobat ke RS Nur Hidayah dan rawat jalan," katanya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kepala BGN Lapor Ada 15 Kasus MBG di Desember, Begini Respons Prabowo
• 7 jam lalurctiplus.com
thumb
Bongkar Total Tiang Monorel Mangkrak Tanpa Ada Penutupan Jalan? Ini Kata Pramono
• 4 jam lalusuara.com
thumb
AS Terapkan Pajak Side-by-Side, Apa Dampaknya ke RI?
• 21 jam lalubisnis.com
thumb
BNN Gerebek Apartemen di Ancol Jadi Pabrik Narkoba, 2 Pelaku Diamankan
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
MKMK Periode 2026 Dilantik, Formasi Tidak Berubah
• 1 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.