Airlangga Buka Suara soal Konflik AS-Venezuela: Harga Minyak Masih Aman di US$ 63 per Barrel

tvonenews.com
1 hari lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah memastikan konflik geopolitik antara Amerika Serikat dan Venezuela belum memicu gejolak signifikan terhadap harga minyak dunia.

Hingga awal pekan ini, harga minyak global dinilai masih relatif rendah dan stabil di kisaran US$ 63 per barrel.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan pemerintah terus memantau perkembangan situasi, terutama dampaknya terhadap pasar energi global.

“Itu masih dimonitor karena yang utama kan berpengaruh terhadap harga minyak. Tetapi harga minyak kita monitor kalau satu dua hari ini pun tidak tidak ada perubahan, tidak ada gejolak yang tinggi dan harga minyak relatif masih rendah kan masih sekitar US$ 63 per barrel,” ujar Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (5/1/2026).

Airlangga menegaskan hingga saat ini pemerintah belum menyiapkan langkah antisipasi khusus karena belum terlihat adanya lonjakan harga yang mengkhawatirkan.

“Nanti kita monitor aja,” katanya singkat saat ditanya soal langkah antisipasi pemerintah.

Terkait hubungan Indonesia dengan Venezuela, Airlangga menyatakan pemerintah memilih bersikap hati-hati sambil mencermati dinamika politik yang sedang berlangsung di negara Amerika Latin tersebut.

“Kita lihat monitor aja,” ucapnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa hubungan Amerika Serikat dan Venezuela memang sudah lama diwarnai ketegangan, terutama sejak kebijakan nasionalisasi aset asing pada era Presiden Hugo Chavez.

“Kalau dengan US (Amerika Serikat) kan memang sudah agak panjang, sejak nasionalisasi oleh Hugo Chavez. Jadi memang pada waktu itu kan aset-aset Amerika dinasionalisasi. Nah, ini kemudian berikutnya kan sekarang dengan situasi seperti ini ya kita monitor aja seperti apa,” jelas Airlangga.

Airlangga memastikan Indonesia tidak memiliki aset strategis di Venezuela yang berpotensi terdampak eskalasi konflik tersebut.

“Kita tidak ada aset,” tegasnya.

Sementara itu, terkait nota kesepahaman (MoU) kerja sama energi dengan Venezuela yang melibatkan Pertamina, Airlangga mengakui situasi politik terbaru berpotensi mempengaruhi kelanjutan kerja sama tersebut.

“Ya tentunya ada perubahan ya, dengan perubahan yang terjadi kemarin itu karena pemerintahannya kan berganti,” pungkasnya.

Sebagai informasi, ketegangan AS–Venezuela meningkat setelah Amerika Serikat melakukan penangkapan terhadap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, yang kemudian dikeluarkan dari Venezuela. Presiden AS Donald Trump mengklaim operasi tersebut dilakukan secara presisi tanpa menimbulkan korban dari pihak AS.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Indeks Bisnis-27 Terkoreksi saat IHSG Pecah Rekor ATH, Saham NCKL & ADMR Melaju
• 21 jam lalubisnis.com
thumb
Setahun MBG Sasar 55 Juta Penerima Manfaat, Prabowo: 99,99 Persen Berhasil, tapi Harus Nol Kesalahan
• 17 jam laludisway.id
thumb
[FULL] Sitaro Tanggap Darurat Bencana 14 Hari, Bupati Fokus Buka Akses Jalan di 3 Titik
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
Doktif Desak Polisi Segera Tahan Dokter Richard Lee, Singgung Ancaman 12 Tahun Penjara
• 45 menit lalugrid.id
thumb
Kenapa Istirahat Sering Bikin Rasa Bersalah?
• 12 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.