Jakpro: Banjir Rob di Jakut Sudah Terjadi Sebelum JIS Dibangun

kompas.com
1 hari lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Jakarta Propertindo (Jakpro) menyebut banjir rob di Jakarta Utara sudah terjadi sebelum pembangunan Jakarta International Stadium (JIS). 

Diketahui, pembangunan JIS dimulai September 2019 dan diresmikan Gubernur DKI Jakarta saat itu, Anies Baswedan pada Juli 2022.

"Terkait rob di Jakarta Utara itu, rob kan sudah terjadi sebelum JIS dibangun,” kata Direktur Utama Jakpro Iwan Takwim saat dihubungi Kompas.com, Senin (5/1/2026).

Baca juga: JIS Disebut Jadi Penyebab Banjir Rob di Jalan RE Martadinata, Jakpro Buka Suara

Iwan Takwim mengatakan, sejak tahap perencanaan, pembangunan JIS telah dirancang dengan memperhitungkan potensi banjir, baik akibat curah hujan maupun rob.

Karena itu, berbagai sistem pengendalian air telah disiapkan di dalam kawasan stadion.

var endpoint = 'https://api-x.kompas.id/article/v1/kompas.com/recommender-inbody?position=rekomendasi_inbody&post-tags=Jakarta International Stadium, Jakarta Propertindo, Banjir rob, JIS, Jakarta Utara&post-url=aHR0cHM6Ly9tZWdhcG9saXRhbi5rb21wYXMuY29tL3JlYWQvMjAyNi8wMS8wNS8xNzQ1MzM2MS9qYWtwcm8tYmFuamlyLXJvYi1kaS1qYWt1dC1zdWRhaC10ZXJqYWRpLXNlYmVsdW0tamlzLWRpYmFuZ3Vu&q=Jakpro: Banjir Rob di Jakut Sudah Terjadi Sebelum JIS Dibangun§ion=Megapolitan' var xhr = new XMLHttpRequest(); xhr.addEventListener("readystatechange", function() { if (this.readyState == 4 && this.status == 200) { if (this.responseText != '') { const response = JSON.parse(this.responseText); if (response.url && response.judul && response.thumbnail) { const htmlString = `
${response.judul}
Artikel Kompas.id
`; document.querySelector('.kompasidRec').innerHTML = htmlString; } else { document.querySelector(".kompasidRec").remove(); } } else { document.querySelector(".kompasidRec").remove(); } } }); xhr.open("GET", endpoint); xhr.send();

“Dalam perencanaan JIS itu sudah didesain untuk antisipasi dan potensi banjir, baik dari hujan maupun dari rob,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa banjir rob di wilayah Jakarta Utara telah terjadi sebelum pembangunan JIS dilakukan.

Menurutnya, fenomena rob merupakan persoalan lama di kawasan pesisir yang tidak berkaitan langsung dengan proyek stadion tersebut.

“Terkait rob di Jakarta Utara itu, rob kan sudah terjadi sebelum JIS dibangun,” ucap Iwan.

Menanggapi anggapan bahwa pembangunan JIS memperparah banjir rob di sekitar Jalan RE Martadinata, Tanjung Priok, Iwan memastikan proyek tersebut telah sesuai dengan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

Baca juga: Jalan RE Martadinata Disebut Sering Terendam Rob Sejak Pembangunan JIS

Selain sumur resapan, Jakpro juga telah membangun kolam retensi di sisi timur kawasan JIS sebagai bagian dari upaya pengendalian air.

Menurut Iwan, luas dan kapasitas kolam tersebut telah disesuaikan dengan perhitungan teknis yang ada.

“Retention kolam sudah kita bangun juga di sisi timur, dan luasnya sesuai hitungan analisanya. Jadi untuk cover area-nya sudah sesuai hitungannya,” kata dia.

Warga Sebut Banjir Rob Sejak Pembangunan JIS

Untuk diketahui, Jalan RE Martadinata, Tanjung Priok, Jakarta Utara, disebut semakin sering terendam banjir rob sejak pembangunan Jakarta International Stadium (JIS).

googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-for-outstream'); });
.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }
LazyLoadSlot("div-gpt-ad-Zone_OSM", "/31800665/KOMPAS.COM/news", [[300,250], [1,1], [384, 100]], "zone_osm", "zone_osm"); /** Init div-gpt-ad-Zone_OSM **/ function LazyLoadSlot(divGptSlot, adUnitName, sizeSlot, posName, posName_kg){ var observerAds = new IntersectionObserver(function(entires){ entires.forEach(function(entry) { if(entry.intersectionRatio > 0){ showAds(entry.target) } }); }, { threshold: 0 }); observerAds.observe(document.getElementById('wrap_lazy_'+divGptSlot)); function showAds(element){ console.log('show_ads lazy : '+divGptSlot); observerAds.unobserve(element); observerAds.disconnect(); googletag.cmd.push(function() { var slotOsm = googletag.defineSlot(adUnitName, sizeSlot, divGptSlot) .setTargeting('Pos',[posName]) .setTargeting('kg_pos',[posName_kg]) .addService(googletag.pubads()); googletag.display(divGptSlot); googletag.pubads().refresh([slotOsm]); }); } }

Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan berkurangnya area resapan air di sekitar lokasi.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Prabowo Deklarasi Swasembada Pangan: Disambut Meriah Warga-Cicipi Buah
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Greenland Dalam Bayang-bayang Trump
• 15 jam laludetik.com
thumb
Machado Puji Operasi AS, Sebut Penangkapan Maduro Titik Balik Venezuela
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pergeseran Moda Transportasi Nataru, Jumlah Penumpang ASDP Naik 8%
• 19 jam lalubisnis.com
thumb
Benarkah Rakyat Indonesia Bahagia Meski Belum Sejahtera? Begini Pandangan Sosiolog UGM
• 2 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.