JAKARTA, KOMPAS.com – Gubernur DKI Jakarta Pramono memastikan pembongkaran tiang monorel mangkrak di kawasan HR Rasuna Said dan Senayan akan dimulai pada minggu ketiga Januari.
“Minggu ketiga Januari,” ucap Pramono saat ditemui di Jakarta Selatan, Senin (5/1/2025).
Pramono mengatakan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah memberi tenggat waktu satu bulan kepada PT Adhi Karya untuk membongkar seluruh tiang monorel tersebut.
Jika tidak rampung sesuai jadwal, Pemprov siap mengambil alih proses pembongkaran.
“Karena kami sudah mengeluarkan surat, sudah kita kasih batas waktu satu bulan. Kalau tidak bisa mereka melakukan, kami akan melakukan sendiri,” kata Pramono.
Baca juga: Pemprov DKI Akan Mulai Bongkar Tiang Monorel pada Januari 2026
var endpoint = 'https://api-x.kompas.id/article/v1/kompas.com/recommender-inbody?position=rekomendasi_inbody&post-tags=Monorel Jakarta, Pramono Anung, Pemprov DKI, Rasuna Said, tiang monorel mangkrak, Pembongkaran monorel, tiang monorel dibongkar minggu ketiga januari&post-url=aHR0cHM6Ly9tZWdhcG9saXRhbi5rb21wYXMuY29tL3JlYWQvMjAyNi8wMS8wNS8xNzU1NTYyMS90aWFuZy1tb25vcmVsLW1hbmdrcmFrLWFrYW4tZGlib25na2FyLW1pbmdndS1rZXRpZ2EtamFudWFyaQ==&q=Tiang Monorel Mangkrak Akan Dibongkar Minggu Ketiga Januari§ion=Megapolitan' var xhr = new XMLHttpRequest(); xhr.addEventListener("readystatechange", function() { if (this.readyState == 4 && this.status == 200) { if (this.responseText != '') { const response = JSON.parse(this.responseText); if (response.url && response.judul && response.thumbnail) { const htmlString = `Rencana pembongkaran tiang monorel ini sebelumnya telah beberapa kali disampaikan Pramono.
Ia juga memastikan, setelah dibongkar, lahan bekas proyek tersebut akan ditata ulang.
Pemprov DKI berencana memperlebar jalan dan memperbaiki trotoar agar lebih nyaman bagi pejalan kaki, dengan konsep penataan seperti di Jalan MH Thamrin dan Jalan Jenderal Sudirman.
“Kita perbaiki dan kita buat jalan lebih lebar, tempat monorelnya kita hilangkan, dan saya yakin akan membuat Rasuna Said, Kuningan itu menjadi jalan yang lebih baik. Trotoar pedestrian di kiri kanannya nanti akan kami perbaiki sehingga yang baik tidak hanya di Sudirman-Thamrin,” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Jumat (17/10/2025).
Menurut Pramono, pembongkaran tiang monorel menjadi bagian dari upaya menata ulang wajah kota sekaligus mengembalikan fungsi dan estetika ruang publik di kawasan utama Jakarta.
Baca juga: Akhir dari Tiang-tiang Monorel Jakarta...
“Persoalan yang berlarut-larut monorel yang ada di Rasuna Said maupun di Senayan, alhamdulillah mudah-mudahan Januari bisa saya bereskan,” ucapnya.
Polemik pembongkaran tiang monorel sendiri bukan hal baru.
Pada masa Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), wacana pembongkaran juga sempat muncul.
Saat itu, Pemprov DKI Jakarta sempat berencana membayar tiang monorel. Namun, karena perbedaan harga yang jauh, rencana tersebut batal.
Pemprov DKI kemudian mengirim surat pemutusan kerja sama dengan PT Jakarta Monorail (JM).
Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah kala itu menegaskan, tiang monorel harus dibongkar karena tidak menggunakan dana APBD maupun APBN.
Baca juga: Pembongkaran Tiang Monorel di Rasuna Said Diprediksi Kurangi Macet hingga 18 Persen
"Karena ini bukan uang APBD atau APBN, ini kan PT JM bekerja sama dengan PT Adhi Karya. DKI minta juga untuk bongkar," ujar Saefullah di Balai Kota DKI Jakarta, 26 Januari 2015.
Namun hingga kini, pembongkaran tiang monorel tersebut belum terealisasi.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang




