Pengamat Dorong Pemerintah Perkuat Antisipasi Inflasi Pangan Jelang Imlek dan Ramadhan 2026

pantau.com
1 hari lalu
Cover Berita

Pantau - Pengamat ekonomi mendorong pemerintah memperkuat langkah antisipasi inflasi pangan menjelang Tahun Baru Imlek dan bulan Ramadhan di awal 2026 karena tekanan harga dinilai berpotensi meningkat.

Berita ini diterbitkan pada Senin, 5 Januari 2026, dengan fokus pada potensi tekanan harga pangan akibat meningkatnya permintaan konsumsi masyarakat.

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics Indonesia Mohammad Faisal menyampaikan bahwa inflasi umum masih berada di bawah 3 persen.

“Inflasi umum relatif tidak tinggi, tetapi yang paling dirasakan dampaknya oleh masyarakat adalah inflasi pangan, terutama volatile food,” ungkap Mohammad Faisal.

Ia menilai inflasi umum belum sepenuhnya mencerminkan tekanan harga yang paling dirasakan kelompok masyarakat menengah ke bawah.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, inflasi pangan secara tahunan hingga November 2025 tercatat sebesar 5,48 persen.

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan inflasi pada kelompok komoditas lainnya.

Sementara itu, inflasi pangan secara bulanan relatif rendah, yakni sekitar 0,3 persen.

Mohammad Faisal menjelaskan bahwa komoditas nonberas, khususnya hortikultura seperti cabai dan bawang, menjadi penyumbang utama inflasi pangan sepanjang 2025.

Ia menyebut harga beras relatif stabil sepanjang 2025 karena didukung produksi domestik yang mencukupi dan impor yang sangat terbatas.

“Sepanjang 2025 beras relatif stabil, tetapi komoditas hortikultura justru menjadi penyumbang inflasi terbesar,” ujarnya.

Tekanan harga cabai dan bawang disebut umumnya meningkat menjelang Ramadhan dan Lebaran.

Ia memperkirakan potensi penurunan inflasi pada Januari hingga Februari 2026 akan lebih terbatas dibandingkan pola musiman pada tahun-tahun sebelumnya.

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance Esther Sri Astuti menilai inflasi hingga saat ini masih berada dalam kondisi terkendali.

“Meski inflasi masih terkendali, terdapat sejumlah risiko yang perlu diantisipasi dalam beberapa bulan ke depan,” ungkap Esther Sri Astuti.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Prabowo Minta Kepala BGN Tingkatkan Disiplin Prosedur MBG
• 15 jam laluidxchannel.com
thumb
Timbunan Sampah di Tangsel Penuhi Bahu Jalan, Sebabkan Kemacetan
• 4 jam lalukatadata.co.id
thumb
Patra Jasa Group Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Sumatra
• 3 jam lalubisnis.com
thumb
Prabowo Sebut RI Sudah Swasembada Beras, Singgung Konflik Thailand-India
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Nama Raffi Ahmad Disebut Pandji Pragiwaksono Dalam Stand-Up Comedy saat Bahas Praktik Pencucian Uang
• 6 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.