Sejak Jadi Mendikbudristek, Nadiem Klaim Kekayaannya Berkurang hingga Tak Dapat Saham Tambahan Gojek

suara.com
2 hari lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim kehilangan potensi saham tambahan Gojek karena menerima jabatan menteri.
  • Pernyataan ini disampaikan saat pembacaan eksepsi sidang dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook tahun 2019-2022.
  • Jaksa mendakwa Nadiem memperkaya diri sebesar Rp 809 miliar terkait pengadaan Chromebook yang merugikan negara.

Suara.com - Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim mengaku kehilangan kesempatan untuk mendapatkan saham tambahan Gojek karena menerima jabatan sebagai Mendikbud.

Hal itu dia sampaikan saat membacakan eksepsi atau tanggapan atas surat dakwaan dalam sidang kasus dugaan korupsi pada program digitalisasi pendidikan terkait pengadaan laptop Chromebook periode 2019-2022.

Awalnya, dia mengeklaim telah mendirikan perusahaan transportasi online Gojek yang telah menghidupi lebih dari 3 juta masyarakat Indonesia saat ini, baik pengemudi maupun UMKM.

“Saya melihat potensi besar memperbaiki sekolah-sekolah di Indonesia yang berpuluhan tahun stagnan dan tidak mengikuti perkembangan zaman. Saya sedih melihat kualitas sekolah kita ketinggalan dari negara-negara berkembang lainnya,” kata Nadiem di Pengadilan Tipikor Jakarta pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (5/1/2025).

Lebih lanjut, Nadiem mengaku bahwa orang-orang terdekatnya menyarankan untuk menolak tawaran untuk menjadi menteri di bawah kepemimpinan Presiden Ketujuh Joko Widodo.

“Mereka takut saya akan diserang karena saya tidak punya dukungan partai politik. Mereka bingung, kenapa di puncak kesuksesan saya di bisnis, saya mempertimbangkan suatu jabatan yang sudah pasti merugikan saya secara finansial dan reputasi," kata dia.

"Tetapi saya menerima amanah tersebut karena satu alasan Negara memanggil. Generasi penerus bangsa memanggil. Menolak artinya menutup mata terhadap krisis pendidikan yang melanda negara kita,” Nadiem menambahkan.

Kemudian, dia mengakui bahwa selama lima menjabat sebagai Mendikburistek, Nadiem kehilangan kesempatan untuk mendapatkan saham tambahan Gojek dan kekayaannya makin berkurang.

Terdakwa kasus dugaan korupsi dalam digitalisasi pendidikan pengadaan laptop Chromebook di Kemendikbudristek tahun 2019-2022 Nadiem Makarim usai menjalani sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (5/1/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]

“Selama 5 tahun mengabdi sebagai menteri justru kekayaan saya menyusut. Hilanglah kesempatan saya untuk mendapatkan saham tambahan yang diberikan kepada para pimpinan Gojek setelah saya keluar. Hilanglah gaji besar saya. Hilanglah ketenangan batin saya,” ucap Nadiem.

Baca Juga: Surat Google Dicuekin Muhadjir Tapi Dibalas Nadiem, Kini Berujung Sidang Korupsi Chromebook

Sebelumnya, jaksa mengungkapkan Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim diduga menerima Rp 809 miliar dari kasus dugaan korupsi pada program digitalisasi pendidikan terkait pengadaan laptop Chromebook periode 2019-2022.

"Memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yaitu terdakwa Nadiem Anwar Makarim sebesar Rp 809.596.125.000," kata Jaksa Roy Riady di Pengadilan Tipikor Jakarta pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (16/12/2025).

Jaksa menjelaskan hasil perhitungan kerugian negara Rp 2,1 triliun ini berasal dari angka kemahalan harga Chromebook sebesar Rp 1,5 triliun (Rp 1.567.888.662.716,74) dan pengadaan CDM yang tidak diperlukan dan tidak bermanfaat sebesar Rp 621 miliar (Rp 621.387.678.730,00).

Selain itu, jaksa mengungkapkan bahwa pengadaan Chromebook dan CDM ini telah memperkaya sejumlah orang lainnya dan koorporasi.

Menurut jaksa, pengadaan Chromebook dan CDM tahun anggaran 2020-2022 tidak sesuai perencanaan, prinsip pengadaan, tanpa melalui evaluasi harga dan survei sehingga laptop tersebut tidak bisa digunakan untuk proses belajar mengajar di daerah 3T (Terluar, Tertinggal, Terdepan).


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Mas Rusdi Rombak Struktur OPD Percepat Kinerja Pemerintahan Pemkab Pasuruan
• 12 jam laluberitajatim.com
thumb
DJ Koo Masih Setia Datang ke Makam Barbie Hsu Setiap Hari
• 8 jam laluinsertlive.com
thumb
Pembangunan IKN Didorong Berjalan Seimbang antara Infrastruktur dan Lingkungan
• 8 jam laluliputan6.com
thumb
Indonesia–Prancis Perkuat Transisi Energi Lewat Kerja Sama PLN dan AFD
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Presiden Prabowo Dijadwalkan Hadiri Panen Raya Karawang, Tegaskan Capaian Swasembada Beras 2025
• 17 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.