MKNT Disuntik Dana Rp823 Miliar, Akuisisi Perusahaan Baja dan Udang di Banten

idxchannel.com
2 hari lalu
Cover Berita

PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT) meraih suntikan dana segar dalam bentuk pinjaman tanpa bunga senilai Rp823 miliar.

PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT) meraih suntikan dana segar dalam bentuk pinjaman tanpa bunga senilai Rp823 miliar. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT) meraih suntikan dana segar dalam bentuk pinjaman tanpa bunga. Langkah ini diberikan sebagai bentuk rencana untuk menyehatkan emiten distributor produk telekomunikasi tersebut yang tengah "sakit".

MKNT memperoleh total pinjaman sebesar Rp823 miliar. Rinciannya, PT Headwell Bintang Energi Hijau (HBEH) memberikan pinjaman Rp668 miliar dan PT Mantra Capital Persadan (MCP) Rp155 miliar yang seluruhnya digunakan untuk akuisisi perusahaan lain.

Baca Juga:
Saham SBAT, MKNT, dan TOPS Dibanderol Rp1, Terendah di Bursa

"Sebagai akibat dari pinjaman MCP dan HBEH, perseroan telah menerima pinjaman dana sebesar Rp822,9 miliar," kata manajemen MKNT lewat keterbukaan informasi, Senin (5/1/2025).

Pinjaman dana tunai tersebut akan dipakai perseroan untuk ekspansi di luar bisnis telekomunikasi. Dana Rp155 miliar dari MCP digunakan untuk mengakuisisi 99,99 persen saham PT Radja Udang Malingping yang berlokasi di Lebak, Banten. Sesuai namanya, perusahaan ini bergerak di bidang budidaya udang yang sebelumnya dikuasai oleh PT Mazon Bumi Mining.

Baca Juga:
Tiga Saham dengan Harga Rp1 di 2024: MKNT, SBAT, dan TOPS

Sementara itu, pinjaman Rp668 miliar dari HBEH dipakai untuk mengambil alih PT Citra Baru Steel, perusahaan manufaktur baja yang beroperasi di Cikande, Serang, Banten. Perseroan mengakuisisi perusahaan baju ini dari Headwell yang terafiliasi dengan peminjam.

Manajemen MKNT menyatakan, akuisisi atas dua perusahaan ini demi memastikan keberlangsungan usaha perseroan. Selain itu, rencana akuisisi juga belum efektif karena baru dalam tahah Perjanjian Pengikatan Jual Beli.

Saham MKNT saat ini disuspensi Bursa Efek Indonesia (BEI). Harga sahamnya saat ini berada di level Rp1 dengan nilai kapitalisasi pasar Rp6 miliar.

(Rahmat Fiansyah)  


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Prabowo: Ada Elite Kerjanya Nyinyir di Medsos, Jangan-jangan Dibayar
• 11 jam laludetik.com
thumb
Kemendagri Sebut Pemulihan Pascabencana Aceh Harus Cepat Jelang Ramadan
• 11 menit laludetik.com
thumb
Truk yang Angkut Migran Terbalik di Ethiopia: 22 Orang Tewas, 65 Lainnya Terluka
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Viral Nenek Saudah Dianiaya karena Tolak Tambang Ilegal, Susno Duadji: Polri harus Segera Proses
• 9 jam lalufajar.co.id
thumb
Tandai 4 Hiu Paus di Kepulauan Derawan, Strategi PIS Jaga Satwa Penting Indonesia
• 5 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.