Gunung Merapi tampak gagah di kala cuaca cerah pada Senin (5/1) sore.
Gunung yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta itu terlihat jelas dari sekitaran Jalan Kaliurang Km 14 dan Jalan Pakem-Turi, Kabupaten Sleman. Tak ada awan yang menutupi.
Di Jalan Pakem-Turi, banyak spot untuk mengabadikan keindahan salah satu gunung teraktif di Indonesia.
Gagahnya Merapi dipadukan hamparan hijau sawah serta birunya langit Sleman sore ini.
Berstatus Siaga
Saat ini Gunung Merapi berstatus Siaga atau Level III sejak November 2020. Beberapa kali Merapi mengeluarkan awan panas guguran maupun guguran lava.
Pada hari ini atau laporan aktivitas Gunung Merapi periode pengamatan 5 Januari, tercatat Merapi mengeluarkan 6 guguran lava.
5 guguran lava di antaranya terjadi di antara pukul 00.00 sampai 06.00 WIB.
"Teramati 5 kali guguran lava ke arah Barat Daya (Kali Bebeng, Kali Krasak, dan Kali Boyong) dengan jarak luncur maksimum 1.800 meter," kata Kepala BPPTKG Agus Budi Santoso dalam keterangan resminya.
Kemudian satu guguran teramati pada periode pengamatan 06.00 sampai 12.00 WIB.
"Teramati 1 kali guguran lava ke arah Kali Sat/Putih dengan jarak luncur 1.600 meter," katanya.
Potensi bahaya Merapi saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya yaitu Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak dan Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Lalu, pada sektor tenggara potensi bahaya meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
Apabila terjadi letusan eksplosif maka lontaran material vulkanik dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak.


