Bisnis.com, JAKARTA — Konflik geopolitik antara Amerika Serikat dan Venezuela yang memanas diperkirakan berdampak terhadap sejumlah sektor saham di lantai Bursa. Meski demikian, konflik ini diperkirakan memiliki dampak terbatas terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menjelaskan dampak dari konflik AS-Venezuela ini bersifat cukup terbatas kepada IHSG.
“Karena kawasan Asia terlihat lebih kuat dan tenang dalam menghadapi tensi geopolitik tersebut,” kata Nico, Senin (5/1/2026).
Apalagi, lanjut Nico, perekonomian dalam negeri Indonesia juga cukup mendukung untuk menahan kejutan tersebut. Hal ini yang membuat kawasan Asia, termasuk Indonesia cukup stabil meskipun tensi geopolitik terjadi.
Namun, lanjutnya, pelaku pasar dan investor sedang mencermati situasi dan kondisi yang ada, terutama terhadap langkah berikutnya dari Amerika yang menjadi perhatian dunia.
Nico melanjutkan dua sektor saham terdampak oleh konflik ini, yaitu sektor minyak dan gas, serta emas. Nico mencermati sejauh ini, harga minyak masih relatif stabil.
Baca Juga
- Harga Bitcoin Cetak Rekor Tertinggi dalam 3 Pekan, di Tengah Gejolak AS vs Venezuela
- Purbaya Heran AS Serang Venezuela: PBB Lemah Sekarang
- Menko Airlangga Sebut Dampak Ekonomi Konflik AS-Venezuela Terbatas
Dia menjelaskan meskipun Venezuela tidak masuk 20 besar negara penghasil minyak dunia, namun tensi geopolitik mampu mendorong harga minyak untuk mengalami kenaikan.
“Sejauh ini supply masih mencukupi dan mengimbangi demand yang memang mengalami penurunan. Oleh sebab itu, sekalipun ada tensi geopolitik, harga minyak masih berada di level stabil,” ucap Nico.
Justru, lanjutnya, yang mengalami kenaikan adalah harga emas dari sebelumnya US$4.319 per troy ounce, menjadi US$4.432 per troy ounce.
Dengan demikian, situasi dan kondisi yang ada saat ini lebih condong berpengaruh terhadap pergerakan harga emas.
“Kenaikan harga emas akan menjadi sentiment positif bagi saham saham berbasis emas,” tuturnya.
Adapun Analis Kiwoom Sekuritas Miftahul Khaer menjelaskan salah satu dampak dari memanasnya konflik AS-Venezuela yang mungkin akan terasa adalah pada sentimen beberapa komoditas global.
Pasalnya, konflik ini cenderung membuat harga minyak lebih sensitif, yang bisa menjadi sentimen positif selektif bagi emiten terkait energi, termasuk batu bara, selama tidak diimbangi pelemahan permintaan global.
Sementara itu, untuk komoditas emas, Mifta menjelaskan ketidakpastian geopolitik seperti ini justru akan memperkuat perannya sebagai aset safe haven.
“Apalagi jika tensi berlarut dan disertai ekspektasi pelonggaran moneter global di 2026, sehingga saham-saham emas berpeluang kembali terdorong,” ucap Mifta.



