Jadi Juru Taktik Timnas Indonesia, Ini Penilaian Pemain Timnas Kanada pada Pelatih John Herdman

fajar.co.id
1 hari lalu
Cover Berita

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Publik sepak bola tanah air kini menaruh harapan besar kebangkitan Timnas Indonesia dari tangan pelatih baru, John Herdman.

Diketahui, PSSI telah resmi memperkenalkan John Herdman sebagai pelatih baru Timnas Indonesia pada Sabtu (3/1) lalu. Mantan pelatih Timnas Kanada itu diharapkan mampu membawa perubahan bagi skuad Garuda lebih dalam meningkatkan prestasi.

Namun seperti apa sebenarnya John Herdman di mata pemain sepak bola yang pernah di didiknya? Ini pandangan pemain Timnas Kanada.

Pemain timnas Kanada, Kamal Miller, memandang Herdman sebagai sosok pelatih yang mahir membangun chemistry di tim yang dia latih.

”Dia sangat mahir dalam membangun chemistry tim dan rendah hati. Ada banyak pelatih yang tampak ingin terlihat lebih besar daripada timnya, tetapi ia selalu memberikan penghargaan kepada pemain dan mempersiapkan dengan sangat detail untuk setiap pertandingan,” kata pemain Portland itu, seperti dikutip dari FIFA.

Adapun di mata pemain timnas Kanada, Jonathan David, dia menyebut menyebut, mantan pelatihnya itu sebagai sosok pelatih yang kaya taktik. David, yang diberikan debut di timnas Kanada oleh John Herdman pada September 2018 mengatakan, mantan pelatihnya itu selalu punya segudang rencana di setiap pertandingan, tergantung siapa lawan yang dihadapi.

”Dia selalu tahu apa yang harus dilakukan dan memiliki taktik yang berbeda untuk setiap pertandingan,” kata pemilik 37 gol untuk timnas Kanada yang kini membela Juventus itu, dari keterangan resmi yang diberikan PSSI seperti dilansir dari Antara, Senin (5/1).

Herdman menunjukkan dia bukan tipe pelatih yang terpukau pada satu pola. Saat menangani timnas Kanada, dia menargetkan timnya menjadi yang paling fleksibel di CONCACAF.

Alih-alih terkunci dalam satu filosofi misalnya penguasaan bola, serangan balik cepat, atau pressing tinggi, Kanada malah tampil layaknya bunglon. Sebab, mereka mampu menyesuaikan strategi sesuai kebutuhan pertandingan.

Fleksibilitas itu tercermin dalam pilihan formasi. Herdman kerap berpindah dari 3-4-2-1, 4-4-2, 3-5-2, hingga 4-2-3-1, bahkan berganti struktur di tengah laga.

”Kami senantiasa mencoba memahami struktur dan adaptasi seperti apa yang bisa menciptakan kekacauan terbesar untuk lawan,” kata Herdman via Onesoccer.

”Banyak pelatih mengatakan sulit mempersiapkan taktik melawan Kanada, karena kami seperti bunglon: satu pertandingan bermain 3-4-3, pertandingan berikutnya 5-3-2, lalu berikutnya 4-4-2 box,” kata dia menambahkan.

Brandon Liss, analis teknik Toronto FC, pernah memberi kesaksian soal Herdman. Toronto tampil dengan gaya menyerang yang beragam, seperti kadang berorientasi penguasaan bola, kemudian di momen lain lebih sabar dan memukul lewat serangan balik.

Pendekatan yang dilakukan Herdman bukan tanpa alasan. Herdman selalu memulai pekerjaannya dari pemahaman terhadap pemain.

Di Kanada, dia berbicara dengan lebih dari 40 pemain untuk menggali motivasi, identitas, dan tujuan. Dari sana ia membangun fondasi kepercayaan, rasa aman, dan kultur kerja kolektif. Setelah mentalitas tim terbentuk, tahap berikutnya adalah membangun fleksibilitas taktik.

Pendekatan yang dilakukan Herdman di Kanada membawa negara ini bermain di Piala Dunia 2022 Qatar, Piala Dunia pertama untuk mereka setelah penanti 36 tahun.

”Kami melatih beberapa formasi berbeda yang bisa kami ubah di tengah pertandingan atau antarpertandingan. Dampaknya, lawan sulit membaca kami,” ujar pelatih 50 tahun asal Inggris itu, dikutip dari CoachesVoice.

Herdman juga selalu memiliki orang kepercayaan khusus untuk mengawal budaya dan kesehatan mental pemain. Dengan sumber daya khusus itu Herdman menjalankan rencana budaya agar semangat tim selalu bergerak menuju tujuan menjadi yang terbaik.

Pengalaman menghadapi tim-tim Asia juga menjadi modal penting bagi Herdman saat mulai menangani timnas Indonesia, dengan agenda terdekat menjalani FIFA Series pada Maret.

Saat memimpin Kanada U-23 dan tim senior, dia mencatat hasil positif melawan lawan Asia dengan pendekatan formasi yang bervariasi dalam uji coba internasional.

Kanada bermain imbang 1-1 melawan Jepang U-21 dengan pola 4-4-2 dengan dua gelandang bertahan, lalu menang 2-0 atas Qatar lewat 4-2-3-1, dilanjutkan seri 2-2 kontra Bahrain dengan 3-5-2, dan menaklukkan Jepang 2-1 menggunakan 4-4-2. Hasil tersebut menunjukkan kecakapannya menyesuaikan rencana permainan dengan karakter lawan.

Karakter fleksibel inilah yang dinilai sejalan dengan profil pemain Indonesia, yaitu cepat, dinamis, dan kuat dalam transisi. Dengan materi pemain yang lincah di sayap, agresif dalam duel, serta mampu bermain dalam tempo tinggi, Herdman dipandang punya ruang besar untuk mengeksplorasi variasi skema tanpa membatasi diri pada satu sistem. (fajar)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Ragam Pesan Prabowo saat Retreat Kabinet di Hambalang
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Mentan Cabut 2.300 Izin Pedagang Pupuk Nakal
• 1 jam lalutvrinews.com
thumb
Saham Happy Hapsoro Naik Panggung, RAJA Sentuh Rekor ATH
• 22 jam laluidxchannel.com
thumb
Warga Depok Keluhkan Sampah Luber hingga ke Jalan
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Permukiman Padat di Bawah Aspal Kota, Alarm Gagalnya Tata Ruang Jakarta
• 6 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.