Saham emiten yang terafiliasi dengan pengusaha nasional Happy Hapsoro melonjak pada Selasa (6/1/2026).
IDXChannel - Saham emiten yang terafiliasi dengan pengusaha nasional Happy Hapsoro melonjak pada Selasa (6/1/2026).
Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 15.09 WIB, saham PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) melesat 16,02 persen ke level Rp7.425 per unit, usai sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) di Rp7.575 per unit di tengah sesi.
Saham anak usaha RAJA, PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), meningkat 7,91 persen ke Rp10.575 per unit.
Kemudian, saham Hapsoro lainnya ikut mendaki, macam PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI) yang terbang 24 persen, PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) yang naik 5,67 persen, PT Pakuan Tbk (UANG) yang tumbuh 2,43 persen, PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA) 1,96 persen.
Sementara, saham PT Red Planet Indonesia Tbk (PSKT) stagnan di Rp332 per unit.
Founder WH Project William Hartanto menjelaskan, penguatan saham-saham milik Hapsoro belakangan ini belum tentu dipicu oleh sentimen baru.
“Saya belum tahu persisnya apakah ada sentimen baru atau kelanjutan dari sentimen positif sebelumnya,” ujar William, Selasa (6/1/2026).
Namun demikian, dia menilai terdapat sinyal akumulasi yang cukup kuat dalam dua pekan terakhir.
Menurut dia, pergerakan harga yang menguat hari ini berpotensi merupakan respons pasar atas akumulasi tersebut.
Lebih lanjut, William Hartanto membandingkan profil risiko dari sejumlah saham terkait. “Dari ketiga saham tersebut, RATU dan BUVA memiliki risiko yang lebih rendah,” ujarnya.
Karena itu, dia merekomendasikan kedua saham tersebut dengan pendekatan yang lebih defensif. “Maka kedua saham ini lebih direkomendasikan, dgn strategi buy on weakness, target RATU pada 12.000 dan BUVA pada 1.800,” imbuh dia.
Sebelumnya, RAJA mengumumkan pembagian dividen tunai interim untuk periode tahun buku 2025 sebesar Rp25 per saham.
Manajemen menyampaikan, total nilai dividen interim yang akan dibagikan mencapai Rp105,68 miliar.
Berdasarkan keterbukaan informasi, cum dividen di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi ditetapkan pada 8 Januari 2026, dengan ex dividen pada 9 Januari 2026. Sementara itu, cum dividen di Pasar Tunai jatuh pada 12 Januari 2026, dan ex dividen pada 13 Januari 2026.
Daftar pemegang saham (DPS) yang berhak atas dividen ditetapkan pada 12 Januari 2026 pukul 16.00 WIB. Pembayaran dividen interim dijadwalkan pada 28 Januari 2026.
Riset Henan Putihrai (HP) Sekuritas yang terbit pada 26 November 2025 menilai langkah ekspansi strategis PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) berpotensi memperkuat kinerja keuangan perseroan dalam jangka menengah hingga panjang.
Dalam paparan publik pada 27 Oktober 2025, manajemen RAJA menyampaikan bahwa entitas anak, RATU, tengah memproses akuisisi saham minoritas di salah satu blok minyak dan gas besar di Indonesia.
Akuisisi di segmen hulu ini diharapkan mendorong pertumbuhan produksi, meningkatkan kinerja keuangan, serta memperkuat stabilitas operasional jangka panjang.
Di segmen midstream, RAJA berencana mengonsolidasikan seluruh bisnisnya ke dalam subholding baru yang ditargetkan rampung pada akhir 2025 atau paling lambat awal 2026.
Setelah konsolidasi dan kesiapan internal tercapai, manajemen akan meninjau berbagai opsi strategis, termasuk peluang penawaran umum perdana saham (IPO) subholding tersebut untuk membuka ruang pertumbuhan baru.
Sementara itu, RAJA juga mempercepat ekspansi di bisnis LNG.
Perseroan telah menandatangani Conditional Shares Sale and Purchase Agreement (CSPA) untuk mengakuisisi perusahaan perdagangan gas di Banten.
Selain itu, RAJA juga memasuki tahap uji tuntas untuk mengakuisisi dua perusahaan pelayaran yang memiliki dua kapal Liquefied Natural Gas Carrier (LNGC) dan satu Very Large Gas Carrier (VLGC). Langkah ini sejalan dengan pengembangan segmen inisiatif baru melalui pendirian PT Banawa Rezeki Optima (BRO) yang fokus pada pelayaran domestik dan internasional.
HP Sekuritas menilai rangkaian aksi korporasi tersebut akan memperkuat posisi RAJA sebagai pemain gas terintegrasi di sepanjang rantai nilai energi nasional.
Atas dasar itu, HP Sekuritas mempertahankan rekomendasi buy untuk saham RAJA dengan target harga dinaikkan menjadi Rp7.900, dari sebelumnya Rp4.220.
Target tersebut berdasarkan valuasi discounted cash flow (DCF) 10 tahun dengan asumsi WACC 10,85 persen, terminal growth 5,0 persen, serta proyeksi enterprise value 2034 sebesar USD2,1 miliar. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.




