Begini Suasana Sekolah Pertama di Aceh Tamiang, Seusai Banjir Bandang

jpnn.com
2 hari lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Kegiatan belajar mengajar di Provinsi Aceh mulai kembali berjalan secara bertahap pascabencana banjir dan longsor yang terjadi pada Desember 2025.

Salah satunya terlihat di SD Negeri 1 Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, yang pada Senin (5/1), kembali melaksanakan hari pertama masuk sekolah semester genap Tahun Ajaran 2025/2026.

BACA JUGA: Berita Buruk, Korban Meninggal Banjir Sumatra Mencapai 1.177 Orang

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, meskipun aktivitas pembelajaran telah dimulai tetapi kondisi sekolah belum sepenuhnya pulih.

"Sejumlah fasilitas pendidikan masih terdampak banjir, seperti meja dan kursi yang rusak serta ruang kelas yang belum sepenuhnya bersih," ujar Abdul Senin (5/1).

BACA JUGA: Data Tak Berbohong! Kerusakan Akibat Banjir 2025 Lebih Parah dari Tsunami 2004

Karena itu, untuk sementara kegiatan belajar mengajar dilaksanakan dengan sarana seadanya, termasuk penggunaan terpal sebagai alas belajar.

"Selain itu, belum seluruh peserta didik dapat hadir karena sebagian masih mengungsi di luar daerah," katanya.

Pada hari pertama sekolah, kegiatan diawali dengan sesi berbagi cerita antara siswa dan guru.

Anak-anak menyampaikan pengalaman mereka selama masa terdampak bencana, yang menjadi bagian dari upaya pemulihan psikososial.

"Suasana kebersamaan juga terlihat saat waktu istirahat, di mana para guru memastikan seluruh siswa dapat menikmati waktu makan bersama, termasuk dengan berbagi bekal kepada siswa yang tidak membawa makanan dari rumah,"ungkapnya.

Kondisi di SD Negeri 1 Karang Baru tersebut merupakan gambaran dari proses pemulihan pendidikan yang sedang berlangsung di Provinsi Aceh.

Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), sebanyak 2.756 satuan pendidikan terdampak banjir dan longsor di Aceh. Dari jumlah tersebut, 2.226 sekolah telah kembali beroperasi, meskipun sebagian masih berada dalam tahap pemulihan.

Pemerintah pusat dan pemerintah daerah secara paralel terus melakukan berbagai upaya percepatan pemulihan.

Meliputi pembersihan sisa material banjir dan longsor, perbaikan fasilitas pendidikan, serta pemenuhan sarana dan prasarana pendukung kegiatan belajar mengajar.

Hingga saat ini, dukungan yang telah disalurkan untuk sektor pendidikan di Provinsi Aceh antara lain 15.500 paket school kit, 78 unit tenda darurat untuk ruang kelas.

"100 unit ruang kelas darurat, dana operasional pendidikan darurat sebesar Rp 11,3 miliar, dana dukungan psikososial sebesar Rp 300 juta, serta 90.000 buku pelajaran," bebernya.

Selain itu, Kemendikdasmen juga menyalurkan tunjangan khusus bagi guru dan tenaga kependidikan terdampak bencana di Aceh.

Tunjangan tersebut mencakup pendidikan anak usia dini sebesar Rp 758 juta untuk 379 sasaran, pendidikan dasar sebesar Rp 8,2 miliar untuk 4.098 sasaran, serta pendidikan menengah sebesar Rp 6,7 miliar untuk 3.381 sasaran.(mcr10/jpnn)


Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kartu Dibagikan oleh Tuhan
• 11 jam laluerabaru.net
thumb
Presiden Baru Venezuela: Kita Takkan Dipimpin Kekuatan Asing!
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
KPK Akan Bidik Aset Rahasia Ridwan Kamil, Bandingkan Penghasilan dengan Hartanya
• 9 jam lalugrid.id
thumb
Formula 1 Kembali ke Madrid Setelah 45 Tahun Absen
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Trump Buka Peluang Opsi Militer di Greenland, Eropa Tolak Keras
• 13 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.