Gedung Putih pada Rabu (7/1) menyatakan membuka peluang opsi militer dalam pembahasan kemungkinan merebut Greenland dari tangan Denmark. Rencana Amerika Serikat (AS) itu ditolak keras oleh Eropa.
Greenland merupakan wilayah berstatus otonom di bawah Kerajaan Denmark. Trump pertama kali membicarakan ide membeli Greenland sejak masa jabatan pertamanya, namun setelah operasi militer AS baru-baru ini di Venezuela, Trump semakin menyerukan agar AS mengambil alih pulau terbesar di dunia itu karena alasan strategis.
Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengatakan bahwa Trump dan timnya sedang membahas berbagai pilihan untuk mencapai tujuan kebijakan luar negeri tersebut.
Sebagaimana dilaporkan AFP, Trump menilai penguasaan Greenland sebagai prioritas penting dalam strategi keamanan nasional, terutama untuk menghadapi rival seperti Rusia dan China di kawasan Arktik.
“Memanfaatkan militer AS selalu menjadi salah satu opsi yang tersedia bagi Panglima Tertinggi,” kata pernyataan resmi pemerintah AS.
Pernyataan itu menarik perhatian, terutama karena sebelumnya utusan khusus Trump untuk Greenland dan Wakil Kepala Staf Gedung Putih Stephen Miller sempat berujar bahwa tindakan militer kemungkinan besar tidak diperlukan. Bahkan ketika ditanya apakah ia nyaman dengan pendekatan militer terhadap Greenland, Pemimpin DPR AS dari Partai Republik, Mike Johnson, menyatakan, “Tidak. Saya rasa itu tidak tepat.”
Komentar Leavitt muncul setelah para pemimpin Eropa termasuk dari Prancis, Jerman, Italia, Polandia, Spanyol, dan Inggris bergabung dengan Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen dalam sebuah pernyataan bersama.
“Greenland adalah milik rakyatnya. Keputusan yang menyangkut Denmark dan Greenland hanya boleh dibuat oleh Denmark dan Greenland,” bunyi pernyataan sekutu NATO tersebut, dilansir oleh AP News.
Pemimpin Greenland, Jens Frederik Nielsen juga menekankan wilayah itu bukan untuk dijual atau diambil alih oleh negara lain. Jika aneksasi sampai terjadi, hubungan keamanan transatlantik selama 80 tahun bisa hancur dan memicu konflik di dalam NATO.
Sementara itu, Jeff Landry, Gubernur Louisiana yang ditunjuk Trump sebagai utusan khusus untuk Greenland, mengatakan bahwa ia tidak ingin berdialog dengan pejabat Denmark atau diplomat Eropa terkait negosiasi.
"Saya ingin berbicara langsung dengan warga Greenland untuk meningkatkan kualitas hidup mereka," kata Landry dalam siaran radio Fox News.
Landry bahkan mengaku telah menerima email dari beberapa warga Greenland yang menghubunginya secara langsung melalui komunikasi elektronik.




