FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Indonesia resmi bersiap menjadi tuan rumah ajang tenis bereputasi dunia, Davis Cup, yang akan digelar pada 7–8 Februari 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta. Kepastian ini menandai langkah besar Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP PELTI) dalam mendorong prestasi tenis nasional sekaligus menunjukkan kesiapan Indonesia menggelar event olahraga internasional.
Pada laga tersebut, Timnas Tenis Indonesia akan menjamu Timnas Togo dalam pertandingan krusial yang menentukan satu tiket menuju level Group 2 Dunia. Duel ini menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk kembali menapaki persaingan tenis dunia, sekaligus mengangkat gengsi tenis nasional di mata internasional.
Sekretaris Jenderal PP PELTI, Andi Fajar Asti, menegaskan bahwa laga Davis Cup ini bukan sekadar pertandingan biasa, melainkan pertaruhan prestasi dan reputasi tenis Indonesia. Ia memastikan seluruh persiapan telah mulai dimatangkan, baik dari sisi teknis maupun non-teknis.
“Timnas Indonesia akan menjamu Timnas Togo untuk memastikan satu tiket bergabung ke level Group 2 Dunia,” ucap Sekjend PP PELTI, Andi Fajar Asti kepada media, Senin (5/1/2026).
Andi Fajar menyebut PP PELTI berkomitmen menurunkan skuad terbaik demi mengamankan kemenangan di kandang sendiri. Dengan waktu persiapan yang relatif singkat, federasi memilih mempertahankan kerangka tim yang sebelumnya tampil di ajang SEA Games, karena dinilai sudah memiliki kekompakan dan pengalaman bertanding di level internasional.
“PELTI akan menurunkan tim terbaik untuk memastikan masuk kelevel dunia. Hampir bisa dipastikan formasi seagames akan di turunkan. Mengingat waktu yang semakin dekat, PELTI sudah mulai melakukan pembenahan secara teknis dan non teknis,” ucapnya.
Tak hanya fokus pada kesiapan atlet, PP PELTI juga memberi perhatian besar pada aspek penyelenggaraan. Stadion Utama GBK dipilih sebagai venue utama demi menghadirkan atmosfer pertandingan kelas dunia sekaligus menarik minat publik lebih luas terhadap olahraga tenis.
Menurut Andi Fajar, proses penataan dan persiapan lapangan akan segera dimulai untuk memastikan standar internasional terpenuhi. Ia menegaskan bahwa Davis Cup di Jakarta harus sukses dalam dua aspek utama: prestasi dan penyelenggaraan.
“Lapangan GBK akan mulai ‘didandan’ untuk menunjukkan bahwa PELTI siap menggelar event internasional tersebut dengan targer Suskes Penyelenggaraan dan sukses Prestasi,” tukas pria asal Sinjai ini.
Sebagai bagian dari persiapan teknis, pemusatan latihan atau training camp (TC) akan segera digelar mulai pekan ini. TC menjadi fase penting untuk mematangkan strategi, meningkatkan kondisi fisik, serta membangun mental bertanding para atlet jelang laga penentuan melawan Togo.
“TC akan dimulai pekan ini, semoga pada saat event nanti, animo masyarakat akan memenuhi stadion GBK,” ujarnya.
PP PELTI juga berharap dukungan penuh dari seluruh elemen tenis nasional. Kehadiran penonton dinilai menjadi faktor penting dalam membakar semangat juang atlet di lapangan, terlebih Indonesia berstatus sebagai tuan rumah.
“Saya berharap club, akademi, komunitas dan pengurus PELTI hadir menerikan dukungan langsung di helatan internasional tersebut,” harap Andi Fajar. (zak/fajar)




