Jakarta: Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, mengingatkan jajarannya untuk meningkatkan kewaspadaan memasuki masa pascahujan, terutama terhadap potensi lonjakan penyakit menular di wilayah Jakarta. Dia menegaskan masa pascahujan kerap diikuti peningkatan kasus demam berdarah dengue (DBD).
Dia meminta aparatur wilayah tidak lengah dan memastikan penerapan 3M (menguras, menutup, mengubur) berjalan konsisten di lingkungan warga, termasuk mengoptimalkan peran juru pemantau jentik (jumantik).
“Biasanya setelah musim hujan muncul DBD. Jangan sampai kita lengah. Kadang-kadang kita suka alfa, padahal kita sudah punya tim jumantik yang harus dioptimalkan,” ujar Rano di Jakarta Barat, Senin, 5 Januari 2025.
Ilustrasi nyamuk DBD. Medcom.id
Selain DBD, Rano menyoroti masih tingginya kasus tuberkulosis (TBC) di Jakarta. DKI Jakarta masih berada di peringkat delapan nasional untuk kasus TBC.
Menurut dia, kondisi tersebut tidak perlu ditutup-tutupi dan harus ditangani secara terbuka serta kolaboratif, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto terkait percepatan pemberantasan TBC.
"Alhamdulillah beberapa langkah sudah dilakukan dan penanganannya terus berjalan," ujar Rano.




