Yogyakarta: KAI Daop 6 Yogyakarta mencatat Stasiun Yogyakarta menjadi titik tersibuk dibanding stasiun lain saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025-2026. Total, ada 476.015 penumpang berangkat dan pergi melalui stasiun tersebut pada momen libur Nataru.
"Rinciannya, ada 242.334 penumpang berangkat dan 233.681 penumpang turun di Stasiun Yogyakarta selama momen itu," kata Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih pada Senin, 5 Januari 2026.
Feni mengatakan Stasiun Solobalapan menjadi titik kedua tersibuk dengan 116.142 penumpang berangkat dan 121.091 penumpang turun. Kemudian diikuti Stasiun Lempuyangan 113.459 penumpang berangkat dan 108.473 penumpang tiba; Stasiun Klaten 25.607 penumpang berangkat dan 26.231 penumpang tiba; Stasiun Purwosari 24.717 penumpang berangkat dan 24.538 penumpang tiba; serta Stasiun Wates 12.275 penumpang berangkat dan 12.433 penumpang tiba.
Suasana penumpang di Stasiun Yogyakarta. Dokumentasi/Humas Daop 6 Yogyakarta. (metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim)
KAI Daop 6 Yogyakarta selama 18 hari Angkutan Nataru 2025/2026,18 Desember 2025-4 Januari 2026, jumlah kumulatif penumpang sebanyak sebanyak 571.375 orang berangkat dan 566.779 penumpang turun. Dari data tersebut, KAI Daop 6 Yogyakarta melayani total sebanyak 1.137.154 penumpang selama masa Nataru.
"Pada periode Nataru tahun lalu, secara kumulatif jumlah penumpang tercatat sebanyak 1.014.292 penumpang yang terdiri dari 505.025 penumpang berangkat dan 509.267 penumpang datang. Dengan demikian, total kumulatif keberangkatan dan kedatangan Angkutan Nataru kali ini mengalami peningkatan sebesar 12% dibandingkan Nataru periode sebelumnya," ucapnya.
Baca Juga :
Lebih dari 1 Juta Kendaraan Melintas di Tol Solo–Ngawi Selama Libur Nataru 2025/2026"KAI Daop 6 Yogyakarta juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada TNI/POLRI, Dishub, BMKG, rekan-rekan media, para pecinta kereta api, dan seluruh pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu per satu atas dukungan yang luar biasa selama masa Angkutan Nataru 2025/2026," kata Feni.
Feni menambahkan terdapat bantuan pengamanan dari eksternal, yani Polri dan TNI sebanyak 89 personel. Selain itu, kolaborasi dengan BMKG juga menjadi hal penting bagi KAI Daop 6 dalam memantau dan memitigasi potensi cuaca ekstrem selama masa libur Nataru 2025/2026.

