GenPI.co - Penjualan Tesla menurun tajam pada 2025, sehingga kehilangan gelar sebagai produsen kendaraan listrik (EV) terbesar di dunia.
Dilansir AFP, Minggu (4/1), posisi tersebut kini diambil alih raksasa otomotif China, BYD.
Tesla mencatat 418.227 pengiriman pada kuartal terakhir 2025 dengan total penjualan tahunan mencapai sekitar 1,64 juta kendaraan listrik.
Angka tersebut menandai penurunan lebih dari 8 persen dibandingkan 2024, ketika Tesla berhasil menjual 1,79 juta unit, sedikit lebih tinggi dari penjualan BYD pada tahun yang sama.
Sementara itu, BYD mengumumkan penjualan 2,26 juta kendaraan listrik pada 2025.
Keberhasilan ini menekankan dominasi BYD di pasar kendaraan energi baru China, termasuk kendaraan listrik murni dan hibrida plug-in.
BYD terus memperluas kehadirannya di luar China, termasuk di Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Eropa.
Perusahaan yang dikenal dengan slogan "Build Your Dreams" ini awalnya fokus pada pembuatan baterai sebelum berkembang menjadi raksasa otomotif global.
Penurunan penjualan Tesla sebagian dipengaruhi penghapusan kredit pajak AS sebesar USD 7.500 pada akhir September 2025 yang menyebabkan permintaan kendaraan listrik melambat.
Selain itu, dukungan CEO Elon Musk terhadap tokoh politik kontroversial dan meningkatnya persaingan dari BYD serta produsen EV Eropa juga menjadi faktor.
Meski menghadapi hambatan regulasi di Eropa, Tesla tetap menunjukkan performa penjualan triwulanan yang lebih baik dari perkiraan, menurut analis Wedbush Securities.
Potensi peningkatan penjualan dinilai tetap ada setelah hambatan tersebut teratasi.
Dengan lanskap global yang makin kompetitif dan penghapusan insentif pajak, Tesla kini harus bersaing lebih keras untuk mempertahankan posisinya di pasar EV yang terus berkembang. (*)
Video heboh hari ini:




