Pramono Bakal Bongkar Tiang Monorel Jakarta, Ini Bocorannya

bisnis.com
1 hari lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Jakarta akan segera membongkar tiang-tiang proyek monorel atau monorail yang sudah mangkrak hampir dua dekade. Pembongkaran akan dilaksanakan pada pekan ketiga Januari 2026.

Gubernur Daerah Khusus Jakarta Pramono Anung menyampaikan pemerintah provinsi sebelumnya telah menerbitkan surat kepada pihak terkait untuk membersihkan dan membongkar tiang eks monorail tersebut. 

“Kami sudah mengeluarkan surat, sudah kita kasih batas waktu 1 bulan,” ungkap Pramono di sela-sela grand launching Kartu Debit Visa Bank Jakarta, Jakarta Selatan, Senin (5/1/2026).

Pemerintah provinsi, lanjut Pramono, telah memberikan tenggat 1 bulan untuk menindaklanjuti surat tersebut.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display("div-gpt-ad-parallax"); });

Apabila pihak yang bersangkutan tidak dapat melaksanakan perintah tersebut, maka proses pembersihan dan pembongkaran tiang eks monorail akan diambil alih oleh pemerintah provinsi Daerah Khusus Jakarta. 

Pramono mengungkapkan proses pembersihan dan pembongkaran akan mulai dilaksanakan pada pekan ketiga Januari 2026.

Baca Juga

  • Mangkrak! Ini Sejarah Tiang Monorel Jakarta yang Mau Dibongkar Pramono
  • Tiang Monorel Jakarta Jadi Aset Macet Adhi Karya (ADHI) Nilainya Susut Rp79,37 Miliar
  • Sambangi KPK, Pramono Audiensi Hukum soal Pembongkaran Tiang Mangkrak Monorel

Kendati begitu, Pramono tidak merinci total dana yang harus digelontorkan pemerintah provinsi untuk membongkar tiang eks monorel tersebut.

“Nanti tanyakan kepada Dinas Binamarga,” pungkasnya.

Pada Oktober 2025, Pramono menyambangi kantor KPK untuk melakukan konsultasi hukum mengenai rencana pembongkaran tiang bekas proyek monorel tersebut.

Jika berjalan lancar, pembongkaran proyek mangkrak itu ditargetkan selesai 2026.

“Kami telah mendapatkan arahan untuk apabila secara permasalahan hukum sudah selesai, dan kami juga telah mendapatkan surat dari Kajati, sehingga dengan demikian pemerintah Jakarta akan merencanakan untuk menyelesaikan persoalan monorel ini agar tidak terjadi lagi,” katanya di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (16/10/2025).

Diketahui, pengerjaan proyek monorel Jakarta melibatkan emiten BUMN Karya, PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI). Pada 2005, Adhi Karya memperoleh kontrak design dan build civil structure works proyek monorel dari PT Jakarta Monorail (PT JM) dengan nilai US$224 juta.

Namun, pada 2007 dilakukan perubahan nilai kontrak menjadi US$211 juta. Dengan berhentinya proyek monorel Jakarta, tiang pancang yang sudah terlanjur berdiri kini tercatat sebagai aset tidak lancar dalam laporan keuangan ADHI.

Adapun sebelumnya, Sekretaris Perusahaan ADHI Rozi Sparta memaparkan perseroan sudah bertemu dengan Pemprov DKI Jakarta untuk membahas langkah pendampingan hukum atas rencana pembersihan dan pembongkaran tiang eks monorail tersebut.

“Skema final atas mekanisme pelaksanaan dan/atau kegiatan tersebut saat ini masih dalam tahap pembahasan lanjutan bersama para pemangku kepentingan terkait, agar pelaksanaannya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” kata Rozi dalam keterbukaan informasi.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Heboh! Gelembung Gas Mudah Terbakar Muncul di Nagan Raya
• 14 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Wawalkot Bandung Minta Status Tersangkanya Dibatalkan  
• 23 jam lalujpnn.com
thumb
2 Alat Berat dan 15 Personel Diterjunkan Keruk Saluran di Wali Kota Jakbar
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pemkab Lebak Revitalisasi Alun-alun Rangkasbitung: Rp 1 M untuk WC-Jalur Pedestrian
• 19 jam laludetik.com
thumb
Pisah Usai 14 Tahun Nikah, Andhara Early Bongkar Salah Penyebab Perceraiannya Tak Cuma Masalah Ekonomi
• 22 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.