Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan isi pertemuannya dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara pada Senin (5/1). Salah satu yang dibicarakan adalah perkembangan negosiasi tarif impor dengan Amerika Serikat (AS).
Pada rapat tersebut juga dihadiri Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
"Tadi kita bahas kondisi ekonomi makro juga progres perundingan AS. Mungkin yang lain nunggu besok karena besok ada retreat," kata Airlangga.
Airlangga mengungkapkan saat ini masih ada pembahasan lagi yang rencananya dilakukan pada 12 sampai 19 Januari 2025. Kalau sudah rampung, Prabowo dan Presiden AS Donald Trump bakal menandatangani kesepakatan kedua negara
"Rencana demikian (Prabowo dan Trump tanda tangan). Masih ada pembahasan lagi itu (tanggal) 12- 19. Itu legal drafting detail," ungkap Airlangga.
Dokumen Tarif AS untuk RI Bakal Diteken pada Januari 2026Sebelumnya, Airlangga Hartarto menjelaskan seluruh isu dalam dokumen Agreement Reciprocal Trade (ART) sudah disetujui baik oleh AS maupun Indonesia. Dengan begitu, kini proses selanjutnya adalah penyelesaian proses teknis.
“Setelah seluruh proses teknis diselesaikan maka diharapkan sebelum akhir bulan Januari ini (2026) akan disiapkan dokumen untuk dapat ditandatangani secara resmi oleh Bapak Presiden Prabowo dan Presiden Amerika Serikat Pak Donald Trump,” kata Airlangga dalam konferensi pers secara daring, Senin, 23 Desember 2025.
Prabowo akan terbang langsung ke Washington DC untuk penandatanganan. Meski demikian, pemerintah AS masih mengatur waktu yang tepat untuk pertemuan Prabowo dengan Trump.





