JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden RI Prabowo Subianto mempertanyakan apakah dirinya salah jika rakyat kembali memilihnya untuk menjadi Presiden di tahun 2029 mendatang.
Sebab, Prabowo merasa ada pihak-pihak yang menuduhnya membuat program Makan Bergizi Gratis (MBG) supaya bisa terpilih lagi di Pilpres 2029.
Hal itu Prabowo sampaikan saat menghadiri perayaan Natal Nasional 2025 di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Senin (5/1/2026) malam.
"Dan ada yang nuduh, ada, 'oh, Prabowo bikin MBG ini supaya nanti 2029 dia dipilih kembali'. Selalu berpikir negatif. Tapi kalau rakyat milih saya tahun 2029, apa salah saya? Iya kan?" ujar Prabowo.
Baca juga: Prabowo Singgung Kalah 3 Kali di Pilpres: Pak Luhut Nggak Dukung Saya Sih...
Prabowo menyampaikan, jika Tuhan tidak mengizinkan dirinya jadi Presiden lagi, maka segala upaya yang dilakukannya pasti tidak akan berhasil.
var endpoint = 'https://api-x.kompas.id/article/v1/kompas.com/recommender-inbody?position=rekomendasi_inbody&post-tags=Pilpres 2029, Program Makan Bergizi Gratis , prabowo subianto, Tudingan Politik&post-url=aHR0cHM6Ly9uYXNpb25hbC5rb21wYXMuY29tL3JlYWQvMjAyNi8wMS8wNS8yMTU4MDY3MS9wcmFib3dvLWthbGF1LXJha3lhdC1taWxpaC1zYXlhLXRhaHVuLTIwMjktYXBhLXNhbGFoLXNheWE=&q=Prabowo: Kalau Rakyat Milih Saya Tahun 2029, Apa Salah Saya?§ion=Nasional' var xhr = new XMLHttpRequest(); xhr.addEventListener("readystatechange", function() { if (this.readyState == 4 && this.status == 200) { if (this.responseText != '') { const response = JSON.parse(this.responseText); if (response.url && response.judul && response.thumbnail) { const htmlString = `Prabowo pun turut menyinggung bahwa dirinya sudah pernah kalah 3 kali dalam pemilu.
Diketahui, Prabowo memang kalah saat menjadi cawapres bersama Megawati Soekarnoputri di Pilpres 2009.
Lalu, sebagai capres di 2014 dan 2019, Prabowo juga harus menelan pil pahit.
"Kalau Tuhan mengizinkan. Kalau Tuhan tidak mengizinkan saya, buat apa saja tidak akan terjadi, benar enggak? 4 kali ikut pemilu, 3 kali kalah. Soalnya waktu itu Pak Luhut enggak dukung saya sih," imbuhnya.
Baca juga: Pigai: Selama Prabowo Memimpin, Tidak Ada Peraturan yang Mengekang Kebebasan
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang



