Jakarta: Jumlah korban meninggal akibat banjir bandang di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, kembali bertambah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan hingga Senin, 5 Januari 2026 pukul 19.00 WIB, jumlah korban tewas menjadi 11 orang.
“Pada siang tadi korban meninggal dunia sebanyak sembilan orang, data terkini menjadi sebelas orang,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangan tertulis, Senin, 5 Januari 2026.
Material batu-batuan memenuhi jalanan pascabanjir bandang yang menerjang tiga kecamatan di di Kabupaten Kepualauan Sitaro pada Senin (5/1). (Foto: BPBD Kabupaten Kepulauan Sitaro)
Dari total korban meninggal dunia tersebut, enam jenazah telah teridentifikasi. Sementara lima jenazah lainnya masih dalam pendataan. BNPB menyebut BPBD Kabupaten Sitaro juga memfasilitasi proses pemakaman para korban.
Hingga malam ini, sebanyak lima orang masih dinyatakan hilang. Namun, operasi pencarian dan pertolongan (SAR) belum dapat dilanjutkan karena terkendala cuaca buruk berupa hujan lebat yang berpotensi memicu banjir dan longsor susulan.
"Operasi SAR akan kembali dilanjutkan pada esok hari jika kondisi memungkinkan," ujar Abdul Muhari.
Baca Juga :
Banjir Bandang Terjang Sitaro: 9 Meninggal, 5 Masih DicariBNPB melaporkan wilayah terdampak kini meluas menjadi empat kecamatan, yakni Siau Timur, Siau Timur Selatan, Siau Barat, dan Siau Barat Selatan. Bupati Kepulauan Siau Tagulandang Biaro telah menetapkan status tanggap darurat bencana hidrometeorologi melalui SK Nomor 1 Tahun 2026 yang berlaku selama 14 hari, mulai 5 hingga 18 Januari 2026.
Sementara itu, BPBD Kabupaten Sitaro bekerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Lingkungan Hidup mengerahkan alat berat seperti ekskavator dan wheel loader untuk membuka akses jalan yang terputus. Upaya ini akan dilakukan ketika kondisi cuaca lebih aman.




