Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menilai pecahnya kembali aksi tawuran di Manggarai, Jakarta Selatan yang terjadi pada awal tahun 2026 karena beberapa faktor.
Pramono menyatakan, telah mendapat laporan dari Wali Kota Jakarta Selatan M Anwar terkait peristiwa tersebut. Berdasarkan penelusuran internal oleh jajaran Pemprov DKI, Pramono menduga adanya pihak tertentu yang sengaja memicu aksi tawuran di kawasan tersebut.
Advertisement
“Memang kami ingin mendalami terlebih dahulu. Dulu kan memang saya sudah ke sana juga. Kami menduga memang ada yang membenturkan. Tetapi nanti secara spesifik saya minta untuk Pak Wali Kota yang menjelaskan,” kata Pramono di Kemang Village, Jakarta Selatan, Senin (5/1/2026).
Selain itu, kata Pramono, tawuran berulang di kawasan Manggarai juga disebabkan karena energi anak muda yang tak tersalurkan dengan benar. Sehingga, Pemprov DKI Jakarta disebut perlu membuka lebih banyak ruang agar energi anak muda dapat tersalurkan secara positif.
“Jadi paling utama sebenarnya energinya itu harus tersalurkan secara benar. Dan untuk itu, maka ruang untuk yang melakukan tawuran ya energinya disalurkan. Bekerja,” ucap dia.
Kemudian, saat ditanyai mengenai usulan dari anggota DPRD DKI Jakarta agar Pemprov DKI mencabut bantuan sosial bagi keluarga pelaku tawuran, ia menegaskan bahwa hal itu belum menjadi kebijakan yang dipertimbangkan.
“Saya belum memikirkan itu,” ujarnya.



:strip_icc()/kly-media-production/medias/4938922/original/005732500_1725702494-Screenshot_20240907_142113_WhatsApp.jpg)
