Penulis: Ibnu Sina
TVRINews, Tapin
Tingginya curah hujan yang mengguyur Kabupaten Tapin selama sepekan terakhir menyebabkan banjir di tiga kecamatan. Sedikitnya 1.474 jiwa dari ratusan kepala keluarga terdampak akibat genangan air dengan ketinggian bervariasi.
Banjir merendam tiga desa di Kecamatan Candi Laras Selatan (CLS) dengan total 152 kepala keluarga atau 549 jiwa terdampak. Sementara di Kecamatan Bakarangan, enam kepala keluarga dengan 25 jiwa turut terdampak.
Adapun di Kecamatan Binuang, tepatnya Kelurahan Raya Belanti, banjir menggenangi permukiman 225 kepala keluarga dengan 900 jiwa serta satu fasilitas sekolah.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapin, Muhammad Nor, mengatakan total terdapat 383 kepala keluarga dengan 1.474 jiwa yang terdampak banjir di tiga kecamatan tersebut.
"Untuk kedalaman air di CLS, Bakarangan, dan Raya Belanti mencapai 10 sampai 50 sentimeter," ujar Muhammad Nor, Senin, 5 Januari 2026.
Selain merendam permukiman warga, banjir juga menggenangi sejumlah ruas jalan di wilayah Margasari dengan ketinggian air antara 5 hingga 30 sentimeter. Kondisi tersebut menyebabkan arus lalu lintas terganggu dan tidak jarang kendaraan roda dua mengalami mogok.
Saat ini, warga terdampak mulai mengevakuasi barang-barang berharga ke tempat yang lebih aman. Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi mengingat debit air dikhawatirkan masih berpotensi meningkat seiring curah hujan yang masih tinggi.
BPBD Kabupaten Tapin terus melakukan pemantauan kondisi banjir serta berkoordinasi dengan pihak terkait untuk penanganan dan kesiapsiagaan di wilayah terdampak.
Editor: Redaktur TVRINews




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5455483/original/041264300_1766663329-Prabowo_Natal.jpg)