Pantau - Pemerintah China menyatakan bahwa proses peradilan terhadap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya Cilia Flores di pengadilan federal New York, Amerika Serikat, tidak sah dan merupakan pelanggaran serius terhadap kedaulatan Venezuela.
"Amerika Serikat mengabaikan status kepala negara Presiden Maduro, secara terang-terangan menuntut dan mengadilinya di pengadilan domestik. Hal itu secara serius melanggar kedaulatan nasional Venezuela dan mendestabilisasi hubungan internasional," ungkap juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, dalam konferensi pers di Beijing pada Selasa (6 Januari 2026).
Maduro dan Flores hadir dalam sidang pertama di pengadilan New York pada Senin (5 Januari 2026), usai penangkapan mereka dalam operasi militer AS di Caracas, Sabtu (3 Januari 2026).
Mereka dituduh terlibat dalam kejahatan narkoba dan terorisme, tuduhan yang sebelumnya digunakan oleh pemerintahan Trump sebagai pembenaran atas tindakan militer.
Di hadapan hakim, Maduro menyatakan tidak bersalah atas semua tuduhan dan menegaskan bahwa dirinya tetap merupakan presiden sah Venezuela.
China Minta AS Bebaskan Maduro, Tegaskan Komitmen Hukum InternasionalPemerintah China menyerukan agar Amerika Serikat segera membebaskan Maduro dan istrinya serta menjamin keselamatan mereka.
"China menyerukan AS untuk segera membebaskan Presiden Maduro dan istrinya serta menjamin keselamatan mereka," tegas Mao Ning.
China juga menekankan bahwa tidak ada negara yang boleh menempatkan aturan domestik di atas hukum internasional.
"AS mengabaikan kekhawatiran serius komunitas internasional dan menginjak-injak kedaulatan serta hak sah Venezuela. China menentang tindakan itu," tambahnya.
China menyatakan dukungan penuh terhadap kedaulatan dan kemerdekaan Venezuela, serta menghormati pengaturan konstitusional yang dilakukan pemerintah negara tersebut.
"Semua negara harus menghormati jalur pembangunan yang dipilih rakyat negara lain dan mematuhi hukum internasional serta Piagam PBB. Negara besar harus memberi contoh. Tidak ada yang boleh menjadi polisi atau hakim dunia," ujar Mao.
Venezuela Tetapkan Keadaan Darurat, Mahkamah Agung Sebut Maduro "Absen Sementara"Pada hari yang sama dengan sidang, Delcy Rodriguez dilantik sebagai presiden sementara Venezuela oleh kakaknya, Jorge Rodríguez, Ketua Parlemen Venezuela.
Delcy segera menetapkan keadaan darurat nasional dan menyatakan bahwa Maduro tetap menjabat sebagai presiden sah.
Mahkamah Agung Venezuela menyebut bahwa ketidakhadiran Maduro bersifat "sementara", dan menurut konstitusi, masa jabatan presiden sementara dapat berlangsung selama 90 hari dan diperpanjang hingga enam bulan dengan persetujuan Majelis Nasional.
Trump Tegaskan AS Perangi Narkoba, Bukan VenezuelaMantan Presiden AS, Donald Trump, menyatakan bahwa Venezuela tidak akan menggelar pemilu dalam waktu 30 hari karena AS perlu "memperbaiki" negara tersebut terlebih dahulu.
Trump menegaskan bahwa AS tengah berperang dengan pengedar narkoba, bukan dengan Venezuela.
Ia juga menyebut bahwa AS dapat memberikan subsidi kepada perusahaan minyak untuk membangun kembali infrastruktur energi Venezuela, yang ditargetkan selesai dalam 18 bulan.
"Proses ini membutuhkan banyak uang, perusahaan minyak akan membiayai dan kemudian diganti melalui pendapatan atau dari kami," ujar Trump.
Dalam sidang darurat Dewan Keamanan PBB, China menegaskan bahwa pendekatan militer bukan solusi dan penggunaan kekuatan hanya akan memperburuk krisis.
Beijing menyatakan siap bekerja sama dengan negara-negara kawasan dan komunitas internasional untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di Amerika Latin dan Karibia.



