Wacana untuk mengembalikan Pilkada dari langsung ke tangan DPRD kembali menguat. Sejumlah fraksi besar di DPR, seperti Golkar, Gerindra, PKB, dan PAN mendukung gagasan ini dengan alasan mahalnya ongkos pilkada langsung.
Publik juga melihat hal ini dengan kacamata mereka sendiri. Salah satunya diwakilkan oleh Relawan Gawagis Berfikir Kemajuan (GBK).
“Kami mendukung pilkada dikembalikan ke DPRD. Karena faktanya pilkada langsung membuat masyarakat pragmatis,” kata Sekjen Relawan Gawagis Berfikir Kemajuan (GBK), Achmad Syamsul Askandar alias Gus Aan.
Ada beberapa alasan yang disampaikan Gus Aan, salah satunya adanya politik transaksional yang membuat calon terpilih tidak fokus membangun daerahnya, tapi malah sibuk mencari laba untuk mengembalikan biaya kampanye yang sudah dikeluarkan.
Gus Aan menepis jika pilkada lewat DPRD dinilai tidak demokratis.
“Pilkada melalui DPRD sudah sangat demokratis. Jika sistem ini dikhawatirkan memicu politik uang kepada partai politik dan anggota DPRD, itu hanya alasan yang dibuat-buat. Kenapa? karena jika cuma politik uang yang ditakutkan, sangat mudah sekali bagi aparat penegak hukum untuk memantaunya,” tutur dia.
Ia menyindir partai-partai yang menolak pilkada melalui DPRD, sebagai partai yang tidak mendengar aspirasi rakyat bawah.
“Atau memang minim kader di daerah, sehingga aspirasi rakyat tidak sampai ke pusat,” cetusnya.
Ia yakin pemilihan kepala daerah melalui DPRD merupakan cara jitu untuk menata demokrasi di tanah air, menuju cita-cita Indonesia emas 2045.




