Penurunan Emisi Industri Terkendala Meski Adopsi Energi Baru Terbarukan Meningkat

idxchannel.com
2 hari lalu
Cover Berita

Penurunan emisi industri masih terkendala sejumlah tantangan meski adopsi energi baru terbarukan (EBT) terus menunjukkan tren pertumbuhan.

Penurunan Emisi Industri Terkendala Meski Adopsi Energi Baru Terbarukan Meningkat. (Foto: Dok. SUN Energy)

IDXChannel - Penurunan emisi industri masih terkendala sejumlah tantangan meski adopsi energi baru terbarukan (EBT) terus menunjukkan tren pertumbuhan. Hal ini membuat upaya penurunan emisi sulit dikelola secara berkelanjutan dalam jangka panjang.

CEO SUN Energy, Emmanuel Jefferson Kuesar, mengungkap bahwa terkendalanya penurunan emisi industri disebabkan oleh berbagai inisiatif dekarbonisasi yang masih kerap dijalankan secara terpisah di tingkat fasilitas perusahaan.

Baca Juga:
Emisi CO2 Global Capai Rekor Tertinggi pada 2025, Tembus 38 Miliar Ton

Ia menjelaskan pemasangan sistem energi bersih yang belum terintegrasi antar lokasi produksi menjadi salah satu hambatan utama. Selain itu, keterbatasan pemantauan data energi secara terpusat serta kompleksitas operasional pada perusahaan dengan banyak lokasi produksi turut memperbesar tantangan dalam menekan emisi.

Menurutnya, pengembangan teknologi akan menjadi kunci utama dalam mempercepat dekarbonisasi industri ke depan.

Baca Juga:
Bank Indonesia Andalkan Kalkulator Hijau untuk Tekan Emisi di KKI 2025

Memasuki 2026, SUN Energy tidak hanya berfokus pada pengembangan proyek energi surya, tetapi juga pada teknologi penyimpanan energi seperti Battery Energy Storage System (BESS), khususnya bagi sektor industri dengan kebutuhan energi tinggi dan operasional kompleks, seperti pertambangan dan manufaktur berat.

"Integrasi antara pembangkitan, penyimpanan, dan sistem manajemen energi menjadi pondasi penting untuk memastikan keandalan pasokan sekaligus efisiensi emisi,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (5/1/2026).

Baca Juga:
BI Buktikan Komitmen KKI 2025 Net Zero Lewat 1.000 Mangrove dan Offset 126 Ton Emisi Karbon

Selain penguatan teknologi, SUN Energy juga akan memperluas kolaborasi lintas ekosistem dengan kawasan industri. Kerja sama ini mencakup pembangunan sistem energi terintegrasi, termasuk elektrifikasi armada kendaraan operasional serta pengembangan infrastruktur kendaraan listrik.

"Pendekatan ini memungkinkan industri mengelola energi dan emisi secara menyeluruh, dari sumber energi, penyimpanan, hingga mobilitas, sebagai bagian dari strategi bisnis jangka panjang," lanjut Emmanuel.

Memasuki 2026, SUN Energy berencana melanjutkan penguatan perannya di sektor industri sekaligus memperluas keterlibatan di segmen Independent Power Producer (IPP) untuk mendukung pengembangan proyek energi surya berskala besar. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kontribusi perusahaan terhadap bauran energi nasional.

Sejalan dengan strategi tersebut, SUN Energy juga memperkuat ekosistem bisnis melalui integrasi SUN Mobility sebagai solusi elektrifikasi transportasi dan infrastruktur kendaraan listrik, serta SUN Terra yang berfokus pada pengelolaan dan optimalisasi sistem energi surya.

Integrasi ini dirancang untuk menghadirkan solusi keberlanjutan yang mencakup energi, mobilitas, dan pengelolaan sumber daya secara terpadu guna mendukung agenda dekarbonisasi industri secara lebih menyeluruh.

(Febrina Ratna Iskana)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Nikah Siri dan Poligami Dapat Dipidana, MUI Bereaksi
• 23 jam lalujpnn.com
thumb
Paling Pengertian dan Penyayang, 5 Zodiak Ini Layak Jadi Pacar
• 1 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Jelang Pernikahan dengan Rayn Wijaya, Ranty Maria Gelar Bridesmaid Proposal
• 14 jam laluinsertlive.com
thumb
Suporter Manchester United Bisa Bernapas Lega, Erik ten Hag Takkan Comeback usai Ruben Amorim Dipecat
• 20 jam lalutvonenews.com
thumb
Boulbina Jadi Penentu Langkah Aljazair ke Perempat Final Piala Afrika, Pelatih: Kami Pantas Menang
• 23 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.