Malaysia Buka Suara soal Era Baru Timnas Indonesia di Tangan John Herdman

viva.co.id
1 hari lalu
Cover Berita

VIVA – Penunjukan John Herdman sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia menandai dimulainya babak baru sepak bola nasional. Sosok yang pernah membawa Kanada tampil di Piala Dunia 2022 itu datang dengan reputasi besar dan ekspektasi tinggi. Namun dari negara tetangga, Malaysia, muncul sorotan yang mengingatkan Indonesia agar tidak terjebak euforia berlebihan.

PSSI secara resmi menunjuk Herdman untuk menggantikan Patrick Kluivert dengan kontrak berdurasi dua tahun serta opsi perpanjangan dua tahun. Proses penunjukan kali ini disebut lebih terukur, di mana federasi melakukan wawancara langsung di Eropa sekaligus menyusun rencana jangka menengah hingga panjang bagi tim nasional.

Baca Juga :
Terpopuler: Man City Mulai Rapuh, Real Madrid Tak Diperkuat Mbappe
RI Jadi Favorit Turis Malaysia, Kunjungan Wisman Naik Hampir 10 Persen pada November 2025

Rekam jejak Herdman memang sulit diabaikan. Keberhasilannya mengantarkan Kanada lolos ke Piala Dunia Qatar 2022 menjadikannya salah satu pelatih paling diperhitungkan yang pernah menangani Timnas Indonesia. Tak heran jika publik langsung mengaitkan kehadirannya dengan mimpi besar Garuda menembus panggung dunia.

Namun pakar sepak bola Malaysia, Raja Isa Raja Akram Syah, menilai situasi Indonesia perlu dipahami secara lebih realistis. Ia mengingatkan bahwa penunjukan Herdman seharusnya dipandang sebagai awal dari proses pembangunan ulang, bukan solusi instan untuk semua persoalan.

Menurut Raja Isa, seperti dikutip media Vietnam thethao247, menyebut kondisi sepak bola Indonesia saat ini menyerupai fase memulai kembali dari awal. Karena itu, kesabaran menjadi faktor kunci, baik bagi federasi maupun suporter. Ia menekankan bahwa pelatih baru membutuhkan waktu untuk mengenali karakter pemain, membangun sistem, dan menanamkan filosofi permainan.

pakar sepak bola Malaysia, Raja Isa
Photo :
  • Thethao247

Raja Isa juga menilai hasil di fase awal tidak bisa dijadikan tolok ukur tunggal. Ia mengingatkan bahwa tidak ada pelatih yang langsung meraih kemenangan beruntun sejak hari pertama. Dalam sepak bola, proses selalu berjalan beriringan dengan hasil naik-turun yang wajar.

Sorotan dari Malaysia tersebut juga menyinggung pola pikir publik Indonesia. Raja Isa melihat masih kuatnya tuntutan agar tim nasional selalu menang di setiap pertandingan, tanpa mempertimbangkan konteks perubahan dan transisi. Menurutnya, mentalitas seperti ini justru berpotensi menjadi tekanan tambahan bagi pelatih dan pemain.

Baca Juga :
Curhat Ezra Walian ke Ajax soal Keputusan Pilih Bela Timnas Indonesia
Terpopuler: Gaji John Herdman Diatas Prabowo, Real Madrid Tanpa Mbappe
Sedang Berlangsung! Live di ANTV, Duel Fiorentina vs Cremonese, Menanti Aksi Ciamik Kang Emil

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Prabowo Tegaskan Program MBG Adalah Kebijakan Strategis Kepedulian Negara Terhadap Gizi Anak
• 6 jam laluerabaru.net
thumb
Nenek Elina Lapor ke Polda Jatim Terkait Pemalsuan Akta Rumah
• 9 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Menkes: Layanan Kesehatan di Wilayah Terdampak Banjir Sumatera Mulai Pulih
• 4 jam laluokezone.com
thumb
Hakim Telusuri Sumber Gaji Rp163 Juta Konsultan Kemendikbudristek Era Nadiem
• 23 jam laluidxchannel.com
thumb
Kasus Super Flu Mulai Terdeteksi di Jateng, Dinkes Ungkap Gejalanya
• 2 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.