Ternyata Kecepatan Jalan Bisa Prediksi Harapan Hidup Anda, Cek Caranya di Sini! 

viva.co.id
1 hari lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Seiring bertambahnya usia, banyak orang mulai lebih memperhatikan kesehatan dan mobilitas mereka. Aktivitas fisik yang rutin, pola makan seimbang, dan pemeriksaan kesehatan menjadi kunci agar tetap aktif dan mandiri. 

Namun, ada satu indikator sederhana yang sering diabaikan tetapi memiliki makna besar bagi kesehatan lansia, yaitu kecepatan berjalan. Scroll untuk info lebih lanjut... 

Baca Juga :
Olahraga Hanya Jalan Kaki, Apakah Cukup untuk Usia 30 Tahun ke Atas?
Jalan Kaki Setiap Hari Bisa Kurangi Lemak Perut, Ini Kata Ahli

Para peneliti dari Universitas McMaster di Kanada menekankan bahwa kecepatan berjalan bukan hanya soal kebugaran fisik, tetapi juga bisa menjadi tanda vital bagi orang tua. Dengan memantau seberapa cepat seseorang berjalan, risiko jatuh, penurunan aktivitas fisik, dan bahkan gangguan kognitif bisa diidentifikasi lebih awal.

“Kecepatan berjalan adalah indikator yang bisa diukur dari fungsi dasar tubuh,” kata Julie Richardson, profesor di Sekolah Ilmu Rehabilitasi Universitas McMaster, sebagaimana dikutip dari CBC, Selasa, 6 Januari 2026.

Richardson menjelaskan bahwa kecepatan berjalan adalah indikator penting mobilitas, kemandirian, dan kesehatan secara keseluruhan. Kecepatan yang lebih lambat terkait dengan peningkatan risiko jatuh, penurunan aktivitas fisik, dan penurunan kemampuan kognitif.

Ilustrasi lansia (lanjut usia/orang sudah uzur atau tua) bahagia.
Photo :
  • Freepik

Seiring bertambahnya usia, berjalan yang dulunya otomatis menjadi aktivitas yang membutuhkan perhatian lebih. Langkah menjadi lebih pendek, waktu kaki menapak ke tanah lebih lama, dan postur cenderung menunduk. Dengan mengukur kecepatan jalan, seseorang bisa membandingkan hasilnya dengan rata-rata untuk kelompok usia mereka dan menilai kondisi kesehatannya.

Cara Mengukur Kecepatan Jalan

Richardson merekomendasikan dua metode sederhana untuk mengukur kecepatan berjalan:

1. Jalur 20 meter – Berjalan 5 meter untuk pemanasan, ukur kecepatan 10 meter di tengah, dan 5 meter pendinginan di akhir. Kecepatan dihitung dengan membagi jarak 10 meter dengan waktu tempuh.

2. Jalur 6 meter – Berjalan 1 meter pemanasan, ukur 4 meter di tengah, dan 1 meter pendinginan.

Rata-rata kecepatan jalan juga tersedia sebagai acuan. Misalnya, wanita usia 60-an biasanya berjalan dengan kecepatan 1,24 meter per detik. Jika kecepatan Anda lebih lambat dari rata-rata, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan dokter atau fisioterapis.

Manfaat Kesehatan dan Praktis

Selain kesehatan fisik dan kognitif, jalan cepat juga memiliki manfaat praktis, seperti memberi waktu yang cukup untuk menyeberang jalan di lampu lalu lintas. Richardson juga menyarankan latihan rutin lima sampai enam kali seminggu selama 30 menit, termasuk latihan kekuatan, fleksibilitas, dan latihan otak untuk meningkatkan kecepatan berjalan.

Baca Juga :
Malas ke Gym di Awal Tahun? Ternyata Jalan Kaki 30 Menit Punya Manfaat Mengejutkan untuk Tubuh
Tangani Pemulihan Akses Kutacane-Takengon Aceh, HK Ungkap Progresnya
Jangan Tertipu! Ini Cara Membaca Angka dan Kode Ban Saat Beli Mobil Bekas

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Liga Malaysia Terancam Tak Diakui, AFC Blak-blakan Bongkar Ancaman Serius Ini
• 10 menit lalutvonenews.com
thumb
Kenaikan Gaji Hakim dan Harapan Besar pada Integritas…
• 17 jam lalukompas.com
thumb
Atasi Krisis Tenaga Kerja, Rumah Sakit Jepang Rekrut Perawat Indonesia
• 15 jam laluharianfajar
thumb
Kemendikdasmen Tegaskan Sekolah Harus Aman, Nyaman, dan Bebas Perundungan
• 15 jam lalutvrinews.com
thumb
Hasil Liga Inggris: Tekuk West Ham, The Forest Jaga Jarak dari Zona Merah
• 18 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.