Price-waterhouse Coopers (PwC) berencana memperdalam keterlibatannya dengan klien kripto, seiring perubahan regulasi yang dinilai membuat sektor aset digital lebih mudah dilayani secara luas di Amerika Serikat (AS).
Chief Executive Officer (CEO) PwC Amerika Serikat, Paul Griggs mengatakan perusahaannya akan lean in atau meningkatkan fokus pada industri terkait kripto, seiring hadirnya undang-undang stablecoin dan proses perumusan aturan yang lebih konstruktif di AS.
Baca Juga: OJK Ungkap Ada Dua Bursa Kripto Baru Ajukan Izin
“Saya memperkirakan aturan seputar stablecoin akan menciptakan keyakinan lebih besar untuk terlibat lebih dalam pada produk dan kelas aset ini,” ujar Griggs, dilansir dari Financial Times, Selasa (6/1).
Ia juga menambahkan bahwa tokenisasi diperkirakan akan terus berkembang dan pihaknya harus berada di dalam ekosistem tersebut. PwC sendiri berencana untuk sangat aktif dalam layanan audit maupun konsultasi terkait kripto.
PwC juga telah mempromosikan penggunaan stablecoin kepada klien sebagai cara untuk meningkatkan efisiensi sistem pembayaran. Pendekatan ini semakin populer dalam kalangan bank dan perusahaan fintech yang tengah mengeksplorasi sistem penyelesaian transaksi yang dapat diprogram serta pembayaran lintas negara yang lebih cepat.
Baca Juga: Turkmenistan Legalkan Aset Kripto Demi Investasi
Langkah ini menandai perubahan sikap yang lebih tegas dari salah satu firma raksasa dunia, setelah bertahun-tahun menjaga jarak dari industri kripto akibat ketidakpastian regulasi dan maraknya aksi penegakan hukum yang menyulitkan penyedia jasa dalam menilai risiko dan membangun proses kepatuhan yang berkelanjutan.



