GenPI.co - Sebanyak 14 orang meninggal dunia dalam peristiwa banjir yang melanda permukiman di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara.
Kapendam XIII/Merdeka, Kolonel Inf Daniel E. S. Lalawi mengatakan ada juga 25 orang yang mengalami luka-luka.
“Kemudian, satu orang yang dinyatakan hilang. Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian,” katanya dikutip dari Antara, Selasa (6/1).
Bencana tersebut, menyebabkan 35 kepala keluarga dengan total 108 jiwa mengungsi ke tempat yang sudah disiapkan pemda.
Banjir mengakibatkan 64 rumah rusak berat dan ringan, serta 212 rumah yang dilaporkan hilang terseret arus banjir.
Akses jalan utama di sejumlah wilayah, tertutup material tanah, batu, dan kayu. Akibatnya, kendaraan roda dua dan empat belum bisa melaluinya.
“Personil ke daerah terdampak bencana, untuk membantu pencarian, evakuasi korban, dan penanganan darurat, bersama Polri dan pemda,” tuturnya.
Bencana banjir bandang di Kepaulauan Sitaro, terjadi sekitar pukul 02.45 WITA. Peristiwa itu, dipicu hujan lebat d Siau.
Hujan menyebabkan luapan air bercampur material tanah, batu, dan kayu dari perbukitan ke permukiman warga.
Sejumlah daerah terdampak bencana, yakni sebagian wilayah di Kecamatan Siau Barat Selatan, dan Siau Barat. (ant)
Simak video berikut ini:



