JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Prabowo Subianto mendengar ada yang mengkritik dirinya hendak menghidupkan militerisme, kemudian dia meminta pakar untuk mengkaji kepemimpinannya.
“Kritik, koreksi adalah menyelamatkan. Jadi saya terima kasih kalau ada yang teriak-teriak ‘Prabowo mau hidupkan lagi militerisme’. Saya koreksi lagi, apa benar? Saya panggil ahli hukum untuk mengkaji mana batas kepemimpinan yang terlalu otoriter,” kata Prabowo dalam puncak peringatan Natal Nasional Tahun 2025 di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Senin (5/1/2026).
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Bawa 17+8 ke Istana Kepresidenan: Tolak Militerisme!
Dia berusaha mencerna dan menyikapi kritik tersebut seobjektif mungkin.
Prabowo bersyukur dikritikPrabowo menyampaikan bahwa pemerintahan yang dia pimpin terbuka terhadap kritik konstruktif dari masyarakat.
Dia menyebut kritik menjadi pengingat dan bentuk perlindungan dalam menjalankan tugas sebagai kepala negara.
var endpoint = 'https://api-x.kompas.id/article/v1/kompas.com/recommender-inbody?position=rekomendasi_inbody&post-tags=prabowo subianto, kritik, otoriter, militerisme&post-url=aHR0cHM6Ly9uYXNpb25hbC5rb21wYXMuY29tL3JlYWQvMjAyNi8wMS8wNi8wNTU4NTI4MS9wcmVzaWRlbi1hZGEteWFuZy10ZXJpYWstcHJhYm93by1tYXUtaGlkdXBrYW4tbWlsaXRlcmlzbWUtYXBhLWJlbmFy&q=Presiden: Ada yang Teriak Prabowo Mau Hidupkan Militerisme, Apa Benar?§ion=Nasional' var xhr = new XMLHttpRequest(); xhr.addEventListener("readystatechange", function() { if (this.readyState == 4 && this.status == 200) { if (this.responseText != '') { const response = JSON.parse(this.responseText); if (response.url && response.judul && response.thumbnail) { const htmlString = `“Kalau dikritik, malah kita harus bersyukur kalau saya dikoreksi. Saya dibantu, saya diamankan,” ujar Prabowo.
Baca juga: Pengamanan Kejaksaan oleh TNI Dinilai Kuatkan Militerisme di Institusi Sipil
Hanya saja, Prabowo menilai, wajar bila seseorang merasa tidak nyaman saat menerima kritik atau koreksi.
Prabowo mengingatkan bahwa kritik jangan sampai kebablasan menjadi fitnah.
Sebab, kebohongan yang menimbulkan kecurigaan, perpecahan, dan kebencian hanya akan merusak persatuan bangsa.
Prabowo turut mengakui adanya kritik yang bernada sinis dan bertujuan menjatuhkan pemerintah.
Kepala Negara menegaskan bahwa dirinya memilih menjawab hal tersebut dengan kerja dan bukti nyata.
“Kita akan bekerja dengan bukti, bukan dengan janji saja,” imbuh Prabowo.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang




