Saham-saham Energi Melonjak Usai AS Bakal Kelola Perusahaan Minyak Venezuela

kumparan.com
1 hari lalu
Cover Berita

Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Senin (5/1), dengan Dow Jones Industrial Average mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah.

Penguatan pasar didorong lonjakan saham sektor keuangan serta reli saham energi menyusul langkah militer Amerika Serikat (AS) yang berhasil menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Mengutip Reuters pada Selasa (6/1), indeks S&P 500 menguat 0,64 persen ke level 6.902,05 poin, Nasdaq naik 0,69 persen menjadi 23.395,82 poin, dan Dow Jones melonjak 1,23 persen ke 48.977,18 poin. Aktivitas perdagangan tercatat padat dengan volume mencapai 19,1 miliar saham.

Picu Optimisme Pasar

Aksi Washington terhadap Venezuela memicu optimisme investor perusahaan-perusahaan minyak AS akan memperoleh akses lebih luas ke cadangan minyak terbesar di dunia.

Pemerintahan Presiden Donald Trump dijadwalkan menggelar pertemuan dengan eksekutif perusahaan minyak AS pekan ini untuk membahas peningkatan produksi minyak di Venezuela.

Saham-saham energi langsung merespons positif. Indeks energi S&P 500 melonjak 2,7 persen ke level tertinggi sejak Maret 2025, dengan Exxon Mobil dan Chevron mencatatkan kenaikan signifikan.

"Saham-saham sektor energi benar-benar diuntungkan dari ekspektasi bahwa Presiden Trump bermaksud untuk mendorong mereka melakukan investasi lebih banyak di Venezuela dan pada akhirnya menghasilkan lebih banyak uang bagi diri mereka sendiri," kata Senior investment strategist di U.S. Bank Wealth Management Seattle, Rob Haworth.

Selain energi, saham sektor pertahanan turut menguat seiring meningkatnya belanja militer. Saham Lockheed Martin dan General Dynamics naik, mendorong indeks kedirgantaraan dan pertahanan S&P 500 mencetak rekor tertinggi baru.

"Kurangnya kehadiran pasukan tetap di lapangan, fakta bahwa kita tidak terlibat secara permanen, berarti pasar ekuitas secara luas mampu mengesampingkan kekhawatiran yang mungkin muncul terkait keterlibatan yang berkepanjangan," katanya.

Di sisi lain, pergerakan saham teknologi cenderung bervariasi. Tesla naik 3,1 persen setelah tujuh hari berturut-turut melemah, sementara Nvidia dan Apple justru terkoreksi.

Selain itu, sektor keuangan menjadi salah satu pendorong utama pasar. Indeks keuangan S&P 500 naik 2,2 persen seiring ekspektasi pertumbuhan laba kuartalan. Saham Goldman Sachs dan JPMorgan Chase masing-masing melonjak lebih dari 3 persen dan mencetak rekor tertinggi.

"Suasana pasar belakangan ini cenderung mendukung saham-saham keuangan, dan seiring orang-orang mulai mengalihkan perhatian dari sektor teknologi, sektor ini menjadi pilihan banyak orang," kata Chief market analyst di Interactive Brokers, Steve Sosnick.

Saham-saham terkait kripto juga menguat seiring bitcoin menyentuh level tertinggi dalam lebih dari tiga pekan. Saham Strategy (MSTR.O), sebelumnya MicroStrategy, naik hampir 5 persen, sedangkan Coinbase (COIN.O) melonjak 7,8 persen.

Ke depan, pelaku pasar akan mencermati rilis data ketenagakerjaan nonfarm payrolls yang dijadwalkan Jumat (9/1). Data tersebut diperkirakan jadi penentu arah kebijakan suku bunga Federal Reserve pada 2026, di tengah ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga sekitar 60 basis poin tahun ini.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Begini Penampakan Bangkai KM Putri Sakinah yang Tenggelam di Labuan Bajo | SAPA MALAM
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
Mengapa Short Drama China Justru Digemari Laki-laki Dewasa?
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Kapolda Papua Barat Antar Brigjen Pol. Yosi Muhamartha Menuju Tugas Baru sebagai Wakapolda Kalteng
• 6 jam lalutvrinews.com
thumb
Alasan PBSI Hapus Sistem Promosi-Degradasi Atlet Pelatnas di Akhir Tahun, Ini Penjelasannya
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
Mentan Amran Copot 192 Pejabat, Cabut Izin 2.300 Distributor Pupuk
• 4 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.