Memendam Rindu Satu Tahun, Tuntas di Dermaga

kompas.id
1 hari lalu
Cover Berita

Dari kejauhan, samar-samar terlihat KRI Teluk Kendari yang membawa anggota Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 1 Marinir TA 2025 mendekat dengan ditarik kapal tunda. Di Dermaga Madura Koarmada II, Surabaya, Jawa Timur, Senin (5/1/2026), ratusan keluarga yang telah menunggu hampir dua jam melihatnya dengan gembira.

”Itu Ayah, itu Ayah,” ujar seorang anggota Jalasenastri kepada anaknya. Wajah keluarga yang lelah pun berganti ceria.

Walau kapal telah sandar, keluarga yang sudah menahan rindu selama hampir satu tahun masih harus bersabar. Para prajurit yang baru tiba wajib mengikuti upacara penyambutan terlebih dahulu yang dipimpin oleh Komandan Pasmar 2 Mayor Jenderal (Mar) Oni Junianto.

Namun, suasana khusyuk upacara tidak berlangsung lama. Suara tangis anak yang tidak sabar bertemu ayahnya terdengar nyaring dari banyak tempat di tenda keluarga. Beberapa malah harus dipegang oleh ibunya agar tidak berlari ke arah ayahnya yang sedang mengikuti upacara.

Karena kelelahan dan menghindari menangis, seorang anggota Jalasenastri, Dian Fitri Ariani (28), membawa anaknya, Ciasa Lova Valeria (1,6), bermain-main di taman kecil sekitar dermaga. ”Anak saya belum mengenal ayahnya, dia ditinggal ayahnya bertugas pada umur enam bulan. Saya baru lima hari memberikan makanan pendamping air susu ibu kepada Ciasa,” kata Dian, istri Praka Marfanda, yang tinggal di Jombang.

Dian merasa bersyukur selama ini tidak ada kendala komunikasi sehingga bisa membayar sedikit kerinduan. Kata Dian, bagi anggota Jalasenastri yang suaminya juga bertugas ke Papua, ada pertemuan seperti arisan sebulan sekali.

Sesaat setelah upacara penyambutan dan sesi dokumentasi dilakukan, keluarga pun dipersilakan bertemu dengan anggota satgas. Dermaga kemudian berubah menjadi tempat pertemuan yang mengharukan. Keluarga menyambut kedatangan para prajurit dengan tangis bahagia.

Keluarga yang sebelumnya memenuhi tenda berlarian ke tengah dermaga, sementara para prajurit bergeming seperti saat mengikuti upacara. Banyak keluarga yang harus berjalan mencari-cari di mana keluarganya yang menjadi anggota satgas berada.

Praka Jefry Martin (31) langsung memeluk anaknya, Chairya (2), dan istrinya, Indah (27). Rindu yang tumbuh bersama tanggung jawab tugas menjaga keamanan akhirnya terbayarkan. Prajurit tangguh itu tidak kuasa menahan tangisnya.

Menurut Jefry, kelahiran anaknya sungguh istimewa. Dia mengungkapkan bahwa tawaran untuk bertugas datang saat istrinya mengandung. ”Jadi, saya akhirnya tidak jadi ambil. Kebetulan saya diizinkan untuk menemani istri melahirkan. Saat anak saya satu tahun, akhirnya tawaran datang lagi dan saya ambil. Selagi tidak patroli, saya selalu sempatkan telepon istri dan anak,” ujar Jefry, yang selalu teringat suara tangis anaknya saat bertugas.

Dermaga tempat prajurit-prajurit datang dan pergi menjadi saksi bahwa mereka pergi karena tugas dan pulang disambut rindu.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Ancaman Bencana Iklim Kian Nyata, Berpotensi Gerus Pertumbuhan Ekonomi Nasional
• 8 jam lalurepublika.co.id
thumb
Tampil Beda, Anak Kanye West Hitamkan Gigi Meski Baru Berusia 12 Tahun
• 14 jam laluinsertlive.com
thumb
Sikat 21 Situs Judi Online Internasional, Bareskrim Sita Rp59 Miliar dan Ringkus 5 Tersangka
• 7 jam lalusuara.com
thumb
Banjir Bandang Rendam 900 Rumah di Republik Albania | BERUT
• 3 jam lalukompas.tv
thumb
Pimpinan KPK Terbelah soal Korupsi Kuota Haji? Ini Bantahan Setyo Budiyanto
• 8 jam lalufajar.co.id
Berhasil disimpan.