JAKARTA, DISWAY.ID -- Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) dilaksanakan untuk seluruh wilayah Indonesia, tanpa memandang peta kemenangan politik.
Ia menolak anggapan bahwa daerah yang tidak mendukungnya saat Pilpres akan terabaikan.
“Apakah MBG tidak sampai Sumatera Barat karena saya kalah di sana? Tidak. Apakah saya larang MBG ke Aceh karena kalah juga di Aceh? Tidak sama sekali,” ujar Prabowo dalam Natal Nasional, Senin, 5 Januari 2026.
BACA JUGA:Pengakuan Mengejutkan Nadiem Makarim: Kekayaan Justru Menyusut Selama Jadi Menteri
BACA JUGA:4 Kali Ikut Pemilu dan 3 Kali Kalah, Prabowo Berseloroh: Waktu Itu Pak Luhut Tak Dukung Saya!
Prabowo menekankan, setelah menjadi presiden, dirinya tidak lagi mewakili kepentingan partai atau kelompok tertentu, melainkan seluruh rakyat Indonesia.
“Sekarang saya bukan milik satu partai, saya milik seluruh bangsa Indonesia,” katanya.
Mantan Menteri Pertahanan ini juga mengibaratkan persaingan politik seperti pertandingan sepak bola, keras dan ketat, namun wajar.
Ia menegaskan bahwa kekalahan, termasuk dalam Pilpres, tidak boleh menjadi sumber permusuhan.
“Seorang politisi tidak boleh terjebak dalam sakit hati, dendam, atau kebencian karena itu justru merusak persatuan. Kekalahan adalah bagian dari demokrasi yang harus diterima dengan lapang dada,” tambah Prabowo.
BACA JUGA:Prabowo Singgung Budaya Nyinyir di Kalangan Elit: Tak Masalah, Kita Buktikan dengan Kerja Nyata!
BACA JUGA:Prabowo Kembali Sebut Jokowi, Ngaku Magang 5 Tahun di Pemerintahan saat Jadi Menhan
Menurutnya, seorang politisi tidak boleh larut dalam sakit hati, dendam, maupun kebencian, karena hal tersebut justru dapat merusak persatuan.
Prabowo menegaskan, kekalahan adalah bagian dari proses demokrasi yang harus diterima dengan lapang dada.
Prabowo menekankan pentingnya menjaga sikap dewasa dalam berpolitik. Hal itu sebagaimana saat ia mengikuti Pilpres.
- 1
- 2
- »




