FAJAR, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mendorong penguatan inovasi pangan dan pengembangan UMKM perkotaan melalui kolaborasi aktif antara Pemerintah Kota Makassar dan kalangan akademisi.
Hal itu ia sampaikan dalam sambutannya pada Pengukuhan Tiga Guru Besar Universitas Bosowa (Unibos), Rabu (7/1/2026), di Balai Sidang 45 Unibos. Munafri menilai, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menjawab tantangan ketahanan pangan di kota besar seperti Makassar.
“Dengan jumlah penduduk sekitar 1,4 juta jiwa dan keterbatasan lahan pertanian, Makassar membutuhkan solusi inovatif agar pasokan pangan tetap terjaga,” ungkap Munafri.
Ia menyoroti pentingnya pengembangan pertanian perkotaan seperti urban farming dan vertical farming, serta pemanfaatan teknologi, termasuk Internet of Things (IoT), untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas sektor pertanian.
Selain itu, Munafri juga menaruh perhatian besar pada kondisi UMKM di Makassar. Ia mengungkapkan bahwa sekitar 60 persen UMKM masih berada dalam kondisi rentan atau mati suri, sehingga membutuhkan pendampingan serius, khususnya dalam tata kelola dan inovasi usaha.
“UMKM adalah motor penggerak ekonomi. Target akhirnya adalah ekspor. Di sinilah peran akademisi sangat dibutuhkan untuk merancang strategi dan mendampingi UMKM agar berdaya saing,” katanya.
Munafri berharap Universitas Bosowa terus memperkuat hilirisasi riset dan memperluas kerja sama lintas sektor agar karya-karya akademik dapat memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
“Perguruan tinggi adalah mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan pembangunan kota yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan,” pungkasnya. (*/)



