Jakarta, VIVA – Kementerian Perhubungan mencatat sebanyak 21.461.491 orang menggunakan kendaraan angkutan umum selama periode libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026 (Nataru).
Hal itu disampaikan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan hal itu saatmenutup Posko Pusat Angkutan Natal dan Tahun Baru 2025/2026 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta.
"Secara keseluruhan pengguna angkutan umum mencapai 21.461.491 penumpang atau naik 12,48 persen dari periode sebelumnya yaitu 19.079.881 penumpang," kata Manhub, dikutip, Selasa, 6 Januari 2026.
“Ini tentunya menunjukkan pelaksanaan angkutan Natal dan tahun baru ini telah berjalan dengan baik sesuai dengan kebijakan dan rencana operasi yang telah disusun,” ujar Dudy.
Dia menjabarkan, secara rinci jumlah penumpang angkutan umum selama Natal dan tahu baru yakni angkutan udara sebesar 4.768.675 penumpang, naik 0,73 persen dari sebelumnya 4.734.198 penumpang.
Kemudian angkutan laut sebesar 2.254.733 penumpang naik 43,42 persen dari sebelumnya 1.572.099 penumpang. Angkutan Perkeretaapian sebesar 7.573.881 penumpang, naik 12,92 persen dari sebelumnya 6.707.053 penumpang.
Angkutan penyeberangan sebesar 3.725.343 penumpang, naik 35,05 persen dari sebelumnya 2.758.565 penumpang. Angkutan Jalan tahun 2025/2026 tercatat 3.138.859 penumpang, tahun sebelumnya 3.307.966 penumpang.
Kenaikan juga tercatat pada kendaraan keluar masuk Jakarta melalui jalan tol sebesar 3,39 persen. Adapun kendaraan yang keluar masuk Jabodetabek melalui arteri mengalami peningkatan sejumlah 17,3 persen.
Dudy menyebutkan pada Natal dan Tahun Baru 2025/2026 waktu tempuh rata-rata pada ruas tol Cawang - Banyumanik secara kumulatif dapat ditempuh selama 5 jam 4 menit atau turun 5,24 persen dibanding tahun sebelumnya.
"Adapun untuk arus sebaliknya waktu tempuh turun 10,1 persen,” jelas Menhub.
Kemudian, arus kendaraan yang keluar wilayah Jabodetabek melalui jalan tol didominasi menuju sejumlah daerah, seperti Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Banten, Pulau Sumatra, serta beberapa wilayah di Jawa Barat, yakni Puncak dan Sukabumi.
Selama masa Posko berlangsung, terdapat 1.549 titik pemantauan data pada simpul dan jaringan seluruh moda dengan rincian terminal 222 titik pemantauan; pelabuhan penyeberangan 248 titik; pelabuhan laut 264 titik; bandar udara 257 titik pemantauan data; stasiun kereta api 471 titik; dan 43 titik gerbang tol; serta 44 titik jalan arteri. (Ant)



