Jakarta, tvOnenews.com - Presiden RI Prabowo Subianto mengingatkan semua pihak untuk tidak memiliki sifat pendendam.
Menurut dia, bersaing secara ketat boleh-boleh saja asalkan tidak sakit hati hingga dendam apabila mengalami kekalahan.
"Kalau masuk ke dalam kancah politik pasti persaingan sangat ketat, keras. Masuk lapangan bola pun persaingan sangat keras. Mana ada orang yang mau kalah. Bener? Iya kan?," ucap Prabowo saat menyampaikan pidatonya di acara perayaan Natal Nasional 2025 di Tennis Indoor Senayan, Senin (5/1/2026).
Dalam pidatonya, dia sempat menyinggung soal kekalahannya sebanyak tiga kali dari empat Pilpres yang diikuti. Meski kalah, dia mengaku tidak dendam dan tetap lapang dada.
"Aku kalah Pilpres berapa kali itu, sudah lupa tapi, tidak ada masalah," ujarnya.
Dia mengaku memegang prinsip tidak membenci dan dendam terhadap siapapun saat dirinya kalah.
Prinsip itulah yang dipegangnya saat dirinya kalah dalam kontestasi Pilpres.
"Tidak boleh kita sakit hati, tidak boleh dendam, tidak boleh benci. Saya berusaha untuk teguh pada pendirian itu," tuturnya.
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo mengutip ajaran Nasrani yang berasal dari khotbah Yesus dalam Matius 5:39, yakni "pipi kanan ditampar, berikan pipi kiri" atau tidak membalas kejahatan dengan kejahatan pula.
"Jadi saya sebenarnya ya, bagi saya, itu selalu ingin cari kebaikan daripada ketidakbaikan. Saya ingin cari persatuan daripada perpecahan," pungkasnya. (Yeni Lestari/VIVA/nsi)




