Presiden Prabowo Subianto bicara soal orang-orang yang kerap mengkritiknya. Ia mensyukuri bila ada pihak yang mengkritiknya karena terkadang tindakan itu menyelamatkan.
"Kalau kritik malah kita harus bersyukur. Kalau saya dikoreksi saya menganggap bahwa saya dibantu, saya diamankan. Kadang-kadang kita tidak suka dikritik, kita tidak suka dikoreksi, tapi sesungguhnya itu mengamankan, iya kan?" kata Prabowo dalam Perayaan Natal Nasional di Tennis Indoor, GBK Jakarta, Senin (6/1).
Prabowo lalu mencontohkan pernah dikoreksi oleh ajudannya karena kancing baju yang belum terpasang. Tapi tindakan itu dipuji olehnya karena bila tidak ia akan tampil di publik dengan kondisi pakaian yang tidak benar.
"Jadi kadang-kadang saya dongkol juga sama ajudan saya, cerewet banget nih. Tapi dia menjaga saya, dia menjaga saya. Berapa kali saya diselamatkan, iya kan?" ujarnya.
Saat di militer, Prabowo bercerita, ia juga kerap menerima kritik dari anak buahnya. Salah satu yang diingatnya saat akan apel namun lupa memakai tanda pangkat. Tindakan kritik itu disambut positif oleh Prabowo.
"Jadi apa? Dia mengamankan saya. Kritik, koreksi adalah menyelamatkan," ujarnya.
"Jadi saya terima kasih kalau ada yang teriak-teriak: 'Prabowo ini mau hidupkan lagi militerisme'. Wah, baru saya koreksi, apa benar? Oke baru kita lihat, panggil ahli hukum, panggil di mana, iya kan? Mana batas kepemimpinan yang terlalu otoriter," tambahnya.
Meski ada yang mengkritik, Prabowo yakin Indonesia memiliki masa depan yang cerah. Menurutnya kelompok yang kerap nyinyir tidak perlu dipermasalahkan.
"Jadi saudara-saudara, itu yang ingin saya sampaikan. Kita memiliki masa depan yang bagus walaupun ada kelompok nyinyir, iya kan? Nggak apa-apa, nggak apa-apa. Kita akan bekerja dengan bukti, bukan dengan janji saja," pungkasnya.





