Kemenhut Lanjutkan Penanganan Kayu Sisa Bencana di Aceh dan Sumut

tvrinews.com
1 hari lalu
Cover Berita

Penulis: Rifiana Seldha

TVRINews, Jakarta

Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melanjutkan penanganan kayu sisa bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah terdampak di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara. Hingga hari ke-15 pelaksanaan, fokus penanganan berada di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, yang masih menghadapi kendala akses akibat tumpukan kayu pascabanjir.

Penanganan dilakukan melalui tim gabungan yang melibatkan Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL), Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS), Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH), serta Balai Gakkum Wilayah Sumatera. Kegiatan ini juga didukung unsur TNI dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Sebanyak 23 unit alat berat dikerahkan untuk mempercepat proses pembersihan, terdiri atas 21 unit milik Kemenhut, dua unit milik TNI, dan dua unit dari Kementerian PU.

Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL), Subhan, mengatakan pembersihan difokuskan di Desa Geudumbak karena masih terdapat tumpukan kayu yang menghambat aktivitas masyarakat.

“Kayu sisa banjir yang masih dapat dimanfaatkan telah dikumpulkan dan diukur oleh tim BPHL. Totalnya mencapai 103 batang kayu atau setara 93,11 meter kubik,” ujar Subhan, Senin (5/1/2026).

Selain membuka akses jalan, Kemenhut juga membersihkan fasilitas umum dan sekolah. Satu unit alat berat dikerahkan untuk membersihkan parit dan halaman SMP Negeri 3 Langkahan, sementara sekitar 50 personel Kemenhut membersihkan SD Negeri 4 Langkahan.

“Pembersihan di SD Negeri 4 Langkahan meliputi ruang perpustakaan, gudang olahraga, serta empat kamar mandi agar kegiatan belajar mengajar dapat segera kembali normal,” kata Subhan.

Di wilayah lain, penanganan serupa juga dilakukan di Kabupaten Aceh Tamiang. Personel BPKH Sumatera Utara bersama tim Manggala Agni membersihkan rumah-rumah warga dari sisa material kayu di lorong-lorong permukiman sebagai bagian dari percepatan pemulihan pascabencana.

Sementara itu, di Provinsi Sumatera Utara, Kemenhut menurunkan alat berat untuk menyiapkan lokasi hunian tetap (huntap) di lahan PTPN. Tim juga menerima laporan adanya temuan kayu dalam jumlah besar di Sungai Batang Toru, cabang Aek Rambe.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara, Novita, mengatakan temuan tersebut masih dalam proses pendalaman.

“Saat ini masih dilakukan pendalaman dan penanganan lebih lanjut oleh tim terkait sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” kata Novita.

Kemenhut menegaskan akan terus memperkuat koordinasi lintas sektor di Aceh dan Sumatera Utara guna memastikan penanganan kayu sisa bencana berjalan efektif, aman, dan mendukung percepatan pemulihan wilayah terdampak.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Bogor Penyumbang Kunjungan Wisatawan Tertinggi di Jawa Barat Sepanjang 2025
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Tampil Beda, Anak Kanye West Hitamkan Gigi Meski Baru Berusia 12 Tahun
• 14 jam laluinsertlive.com
thumb
Wagub Hellyana: Kita Ikuti Proses Hukum yang Berlaku
• 12 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Presiden Prabowo Janji Tutup Celah Kebocoran
• 11 jam lalutvrinews.com
thumb
5 Cara Menghadapi Galau Setelah Putus Cinta ala Capricorn
• 5 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.