JAKARTA, KOMPAS.TV - Harga sejumlah komoditas pangan strategis nasional terpantau mengalami penurunan signifikan pada Selasa (6/1/2026), terutama pada kelompok cabai dan protein hewani.
Koreksi harga pangan ini terjadi setelah lonjakan permintaan selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru), menandai fase normalisasi pasar di awal 2026.
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia pada Selasa pukul 09:30 WIB, harga pangan rata-rata nasional di pasar tradisional menunjukkan tren melemah secara luas.
Namun, di tengah penurunan tersebut, harga minyak goreng justru bergerak naik dan menjadi pengecualian utama.
Baca Juga: Harga Pangan 2 Januari 2026: Mayoritas Stabil di Awal Tahun, Cabai Rawit Masih Bertahan Tinggi
Pergerakan harga beras pada awal Januari 2026 cenderung melemah di hampir seluruh segmen kualitas.
Beras kualitas bawah I tercatat di kisaran Rp14.650 per kilogram, sementara kualitas bawah II turun ke level Rp13.900 per kilogram.
Untuk beras kualitas medium, harga medium I berada di kisaran Rp15.700 per kilogram dan medium II Rp15.550 per kilogram.
Adapun beras kualitas premium juga mengalami penurunan, dengan beras super I tercatat Rp16.400 per kilogram dan super II Rp16.300 per kilogram.
Komoditas cabai menjadi kelompok pangan dengan koreksi harga paling dalam. Harga cabai merah besar turun signifikan ke kisaran Rp36.350 per kilogram, sementara cabai merah keriting tercatat Rp38.300 per kilogram.
Baca Juga: Harga Listrik PLN Token dan Pascabayar Januari 2026, Subsidi Termurah Rp415 per kWh
Penulis : Rizky L Pratama Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV/PIHPS
- harga pangan 6 januari 2026
- harga cabai turun
- harga cabai hari ini
- harga beras terbaru
- harga daging ayam
- harga daging sapi




