Istilah flu masih kerap digunakan secara kurang tepat di masyarakat. Banyak orang menyebut setiap kondisi demam, batuk, dan pilek sebagai flu, padahal secara medis flu memiliki arti yang lebih spesifik. Dokter Spesialis Anak sekaligus Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Respirologi IDAI, Dr. dr. Nastiti Kaswandani, Sp.A, Subsp Resp(K), menjelaskan bahwa flu seharusnya merujuk pada infeksi yang disebabkan oleh virus influenza.
“Kita itu masih sering menggunakan istilah flu dengan tidak tepat. Jadi misalnya demam, batuk, pilek, kenapa disebut flu? Padahal flu itu haruslah spesifik yang penyebabnya influenza,” ucap dr. Nastiti dalam acara webinar bersama IDAI, Senin (29/12).
Perbedaan Flu dan Selesma Menurut DokterMenurutnya, jika anak atau orang dewasa mengalami demam, batuk, dan pilek yang tergolong ringan, kemudian bisa membaik sendiri hanya dengan istirahat, kondisi tersebut sebenarnya bukan flu. Gejala seperti ini lebih tepat disebut selesma atau dalam istilah medis dikenal sebagai common cold. Common cold umumnya tidak berat dan tidak terlalu mengganggu aktivitas sehari-hari.
Perbedaan utama antara selesma dan influenza terletak pada penyebab dan tingkat keparahannya. Common cold bisa disebabkan oleh berbagai jenis virus dan biasanya menimbulkan gejala ringan. Sebaliknya, influenza disebabkan oleh virus influenza yang dapat menimbulkan keluhan lebih berat, seperti demam tinggi hingga komplikasi serius seperti pneumonia atau radang paru-paru.
“Kalau yang influenza itu dia bisa berat, bisa sampai demam tinggi, bisa sampai sakit kepala, sakit otot, bahkan bisa sampai terkena radang paru yang disebut dengan pneumonia,” tuturnya.
Dr. Nastiti menjelaskan, kondisi yang sering disebut masyarakat sebagai “flu berat” biasanya ditandai dengan demam tinggi, menggigil, nyeri otot, sakit kepala, hingga membuat penderitanya tidak mampu beraktivitas, seperti tidak masuk sekolah atau kerja. Gejala seperti ini besar kemungkinan memang disebabkan oleh virus influenza.
Istilah selesma juga umum digunakan di negara lain seperti Malaysia, bahkan sering muncul dalam promosi obat-obatan untuk infeksi saluran napas ringan.
“Kalau selesma, biasanya ringan-ringan saja, jarang sampai demam, sakit kepala, menggigil, atau sampai radang paru akut,” tutupnya.




