Insentif Non Fiskal Jadi Usulan Asosiasi, Pantik Penjualan Motor Listrik 2026

kumparan.com
1 hari lalu
Cover Berita

Ketua Umum Asosiasi Kendaraan Motor Listrik Indonesia (Aismoli), Budi Setiyadi membeberkan situasi pasar motor listrik sepanjang tahun 2025 cukup menantang. Salah satu faktornya yakni absennya insentif pemerintah.

"Sepanjang tahun kemarin itu sampai sekitar 55 ribu unit, ada selisih sekitar 20 ribu unit lebih sedikit dibanding tahun 2024. Tidak bisa dibandingkan karena memang itu kan berkat bantuan (insentif) dari pemerintah," buka Budi kepada kumparan belum lama ini.

Kendati demikian, hasil tersebut dikatakan Budi terbilang impresif meski pasar roda dua setrum pada tahun lalu tanpa diguyur insentif. Pihaknya memahami bahwa pemerintah memiliki agenda yang dinilai lebih prioritas dan penting.

"Kita juga tahu bahwa negara sedang menyiapkan berbagai hal dan baru-baru ini juga terjadi bencana yang menimpa wilayah Sumatera dan sekitarnya. Jadi menurut kami memang pemerintah mungkin fokusnya sedang ke sana," paparnya.

Pihaknya berharap pemerintah mau menimbang pemberian stimulus untuk sektor roda dua elektrik tahun ini. Namun begitu, Budi coba memberi usulan lain yakni dengan cara insentif non-fiskal seperti yang diterapkan pada BEV roda empat.

"Barangkali bisa bertahap pada beberapa wilayah kota, kawasan, atau provinsi membuat semacam aturan agar motor listrik bisa tumbuh. Mungkin bisa bebas ganjil genap, area (lalu lintas) atau tempat parkir khusus, atau insentif non-fiskal lainnya," terangnya.

Adapun, data yang diterima kumparan, penyaluran motor listrik sepanjang tahun 2025 berjalan totalnya 55.059 unit, dihimpun hingga 9 Desember. Alias turun 28,5 persen dibanding tahun 2024 yang catatkan angka 77.078 unit.

Di luar tahun 2025, sejatinya sejak 5 tahun terakhir penyerapan motor listrik di dalam negeri secara bertahap mengalami peningkatan. Data terekam paling awal pada 2017 populasinya hanya 32 unit, kemudian pada 2020 menjadi 2.109 unit, tahun 2021 melonjak jadi 10.546 unit.

Pada 2022 total penjualannya masih belasan ribu unit yakni 17.198 unit. Baru pada tahun 2023 yang mana periode subsidi Rp 7 juta mulai berjalan membuat penjualan motor listrik menjulang jadi 62.409 unit, lalu tahun 2023 menjadi 77.078 unit.

Secara keseluruhan, populasi motor listrik di Indonesia telah mencapai 225.647 unit. Namun tidak dijelaskan apakah statusnya hanya berupa unit baru atau ada campuran dengan konversi dan semacamnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Jadwal Siaran Langsung Liga Voli Thailand 2025-2026: Mulai Besok, Rivan Nurmulki Main Lebih Dulu
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
Gelombang Protes Nasional Iran Berujung Penindasan Brutal
• 14 jam laluerabaru.net
thumb
Maling Motor Tembak Warga di Kota Bambu Selatan Jakbar, Polisi Buru Pelaku!
• 3 jam laludisway.id
thumb
Jet Tempur F-16 Taiwan Jatuh ke Laut, Pilot Hilang
• 12 jam laludetik.com
thumb
Harga CPO Menguat Ditopang Permintaan Musiman
• 9 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.