Trump Ingin Kuasai Greenland setelah Serang Venezuela, Picu Peringatan Keras Denmark

bisnis.com
1 hari lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Denmark menilai ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengambil alih Greenland sebagai tekanan yang tidak dapat diterima, seraya memperingatkan konflik antarsesama negara NATO akan mengguncang tatanan keamanan global.

Pernyataan itu disampaikan, Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen, sehari setelah Trump kembali mengulang ancamannya—menyusul operasi militer AS di Venezuela—untuk menguasai wilayah semi-otonom Denmark tersebut.

Dalam wawancara dengan penyiar nasional Denmark, DR, Frederiksen menyebut pernyataan Trump sebagai tekanan yang tidak dapat diterima. Menurutnya, Jika AS memilih untuk menyerang negara NATO lain, maka komunitas internasional seperti NATO akan berakhir.

“Komunitas internasional seperti yang kita kenal, aturan main demokrasi, NATO sebagai aliansi pertahanan terkuat di dunia—semuanya akan runtuh jika satu negara NATO memilih menyerang negara NATO lainnya," katanya, dikutip dari The New York Times, Selasa (6/1/2026).

googletag.cmd.push(function() { googletag.display("div-gpt-ad-parallax"); });

Peringatan tersebut disampaikan sehari setelah Frederiksen merilis pernyataan resmi yang secara langsung mendesak Trump untuk menghentikan ancaman mengambil alih Greenland, yang kembali dilontarkannya pada jam-jam sensitif setelah operasi AS di Venezuela.

Sementara itu, Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen juga menolak keras pernyataan Trump. Melalui media sosial, dia menyebut retorika tersebut sama sekali tidak dapat diterima, serta menilai perbandingan Greenland dengan Venezuela sebagai sesuatu yang keliru dan tidak menghormati.

Baca Juga

  • Tunjuk Utusan Khusus, Trump Tegaskan Ambisi AS Kuasai Greenland
  • Peluang RI Ambil Untung dari Kisruh AS-Venezuela

Kedua pemimpin itu berbicara setelah Trump kembali menegaskan keinginannya menguasai pulau tersebut dalam wawancara dengan majalah The Atlantic.

Namun, hanya beberapa jam setelah kecaman bersama tersebut, Trump kembali mempertegas sikapnya. Dia mengatakan, AS membutuhkan Greenland dari sudut pandang keamanan nasional. 

Dia juga menilai Denmark tidak berbuat cukup untuk mengamankan wilayah luas yang kaya mineral itu.

“Anda tahu apa yang baru-baru ini dilakukan Denmark untuk meningkatkan keamanan Greenland?” ujarnya berseloroh. “Mereka menambah satu kereta luncur anjing.”

Frederiksen menanggapi serius pernyataan tersebut pada Senin (5/1/2026) malam. Selama setahun terakhir, Denmark memang menjadikan peningkatan pertahanan Arktik sebagai prioritas utama.

“Saya percaya dia serius. Dia menginginkan Greenland. Ini adalah sebuah konflik—kita sepakat soal itu,” tambahnya.

Dalam pernyataan pada Minggu (4/1/2026), Frederiksen menegaskan Trump telah melampaui batas. Dia menekankan Denmark merupakan anggota NATO dan perjanjian pertahanan dengan AS sudah memberikan Washington akses luas ke Greenland. 

Selain itu, Denmark juga terus meningkatkan kemampuan pertahanannya di kawasan Arktik.

Pernyataan tersebut juga muncul setelah provokasi lain dari Amerika Serikat, yakni unggahan media sosial Katie Miller, istri Stephen Miller, penasihat utama Trump, yang menulis “SOON” (Segera) disertai peta Greenland yang diarsir dengan bendera AS.

Duta Besar Denmark untuk AS Jesper Moller Sorensen menanggapi unggahan tersebut dengan pengingat bahwa Denmark mengharapkan penghormatan penuh terhadap keutuhan wilayah Kerajaan Denmark.


Respons Negara Tetangga Denmark

Sejumlah negara tetangga Denmark di Eropa, serta Uni Eropa, segera menegaskan kembali dukungan lama mereka terhadap Denmark dan Greenland.

“Kami perlu mengingatkan bahwa Greenland adalah sekutu AS dan juga berada di bawah payung NATO, dan itu merupakan perbedaan yang sangat besar” dibandingkan situasi Venezuela, ujar juru bicara Komisi Eropa Paula Pinho dalam konferensi pers.

Sementara itu, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengatakan sependapat dengan Frederiksen. Starmer mengatakan, Denmark adalah sekutu dekat Eropa dan NATO. 

Dia juga menegaskan bahwa masa depan Greenland ditentukan oleh para pemimpin Denmark dan Greenland sendiri.

Sementara itu, melalui unggahan di media sosial, Presiden Finlandia Alexander Stubb menegaskan tidak ada pihak yang memutuskan untuk Greenland dan Denmark selain mereka sendiri.

Pernyataan Trump, yang menyusul penangkapan Presiden Venezuela dan istrinya oleh AS, menjadi rangkaian terbaru langkah yang membuat para pemimpin Denmark dan Greenland resah dalam beberapa bulan terakhir.

Bulan lalu, Trump memicu kemarahan dengan menunjuk utusan khusus untuk Greenland. Langkah itu diyakini sebagai pertama kalinya dilakukan AS dan dipandang sebagai bagian dari upaya mengakuisisi wilayah tersebut.

Ancaman Keamanan

Pada bulan yang sama, intelijen militer Denmark untuk pertama kalinya memasukkan Amerika Serikat dalam penilaian ancaman tahunan. Mereka menyebut pergeseran kebijakan AS telah menciptakan ketidakpastian baru bagi keamanan Denmark.

Pemerintah Denmark juga menyatakan kemarahan atas laporan bahwa AS melakukan kegiatan mata-mata di Greenland dan menjalankan kampanye pengaruh secara terselubung.

Ambisi Trump terhadap Greenland dinilai semakin mengkhawatirkan bagi Denmark sejak operasi militer AS di Venezuela pada Sabtu (3/1/2026) lalu, meskipun hanya sedikit warga Denmark yang memperkirakan invasi dalam waktu dekat, kata Mikkel Runge Olesen, peneliti senior di Danish Institute for International Studies.

“Isu ini mendapat perhatian besar di Denmark dan memicu banyak kekhawatiran,” ujarnya.

Operasi di Venezuela, lanjut Olesen, menunjukkan kesediaan AS menggunakan kekuatan. Namun, dia mengingatkan bahwa membandingkan kedua situasi tersebut merupakan lompatan yang cukup jauh.

“Hubungan AS–Venezuela sudah sangat buruk selama puluhan tahun. Sangat berbeda jika sampai menyerang sesama sekutu NATO," ujarnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Warner Bros Tolak Lagi Tawaran Paramount, Tetap Pilih Diakuisisi Netflix
• 3 jam lalukatadata.co.id
thumb
Dewas KPK Bakal Umumkan Hasil Pemeriksaan Penyidik yang Diduga Enggan Panggil Bobby
• 4 jam laluviva.co.id
thumb
Siap-Siap Pesta Lagi! Harga Emas Mengintai Rekor Baru
• 17 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
RI Menang Lelang Lahan di Mekah, Prabowo Siapkan Kampung Haji Dilengkapi Hotel Hingga Mal
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Cerai dengan Ridwan Kamil, Hak Asuh Zara Jatuh ke Atalia Praratya
• 1 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.