Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah Indonesia resmi memenangkan lelang lahan pembangunan hotel di kawasan Kampung Haji, Arab Saudi.
Keberhasilan strategis ini menjadi salah satu pembahasan penting dalam agenda retret Kabinet Merah Putih yang digelar di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bojong Koneng, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026) malam hari.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, mengungkapkan Kampung Haji Indonesia tidak hanya akan berfungsi sebagai akomodasi, tetapi dirancang sebagai kawasan terpadu yang menunjang seluruh kebutuhan jamaah haji dan umrah.
“Nanti kita akan bangun Kampung Hajinya itu. Jadi yang ada hotel, ada mal, dan lain-lain itu ya? Iya, kita berharap juga ada klinik di situ, kemudian kita berharap juga ada food court gitu,” kata Prasetyo di Hambalang, dikutip Rabu (7/1/2026).
Menurut Prasetyo, keberadaan Kampung Haji di Makkah akan memberikan kenyamanan dan kepastian layanan bagi jamaah Indonesia, mulai dari konsumsi hingga kesehatan.
Fasilitas tersebut juga dinilai strategis untuk melayani jamaah umrah Indonesia yang jumlahnya sangat besar setiap tahun.
“Mungkin secara apa namanya makanan juga terjamin, secara kesehatan juga terjamin, dan bisa dimanfaatkan juga selain untuk haji tetapi untuk kepentingan umrah yang jumlah jemaah umrah kita hampir mencapai 1,8 juta dalam satu tahun. Ini sebuah potensi yang cukup besar,” ujarnya.
Lebih jauh, Prasetyo menegaskan Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan Kampung Haji ini mampu menjadi instrumen utama untuk menekan biaya perjalanan ibadah haji yang selama ini menjadi beban besar bagi masyarakat.
“Ya kita tentunya memiliki target supaya bisa semurah mungkin karena ujungnya adalah kita ingin mengurangi biaya naik haji bagi para jemaah kita dengan berbagai skenario dan berbagai cara ya,” ucapnya.
Selain pembangunan kawasan Kampung Haji, pemerintah juga tengah melakukan negosiasi untuk menambah jumlah penerbangan haji dan umrah. Langkah ini diharapkan dapat memangkas durasi tinggal jamaah Indonesia di Arab Saudi yang saat ini masih relatif panjang.
“Kalau sekarang ini kan total kita kurang lebih di 41 hari ya,” kata Prasetyo.
“Kita menargetkan Bapak Presiden berharap bisa setidak-tidaknya seperti Malaysia. Malaysia kurang lebih di 31 hari. Tentunya kalau terjadi pengurangan yang sangat signifikan dari sisi jumlah hari maka itu akan bisa mengurangi cost haji kita,” lanjutnya.

