Chile Cetak Rekor Bauran Energi Listrik 2025, Ditopang Energi Surya dan Angin

katadata.co.id
1 hari lalu
Cover Berita

Produksi listrik dari tenaga surya fotovoltaik dan tenaga angin mencapai rekor tertinggi di Sistem Kelistrikan Nasional Chile pada 2025. Menurut data Coordinador Eléctrico Nacional (NCE), teknologi tenaga surya dan angin menyumbang sekitar 38% dari total listrik negara tersebut sepanjang tahun lalu.

Jika digabungkan dengan sumber energi terbarukan lainnya seperti tenaga air, kontribusi energi terbarukan mencapai hampir dua pertiga dari total kebutuhan listrik Chile. 

Data tersebut mencerminkan perluasan kapasitas energi terbarukan yang terpasang secara berkelanjutan. Ini sekaligus menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengoperasian dan koordinasi sistem.

Kemajuan ini memungkinkan integrasi peningkatan volume pembangkitan variabel sembari mempertahankan keamanan jaringan dan kontinuitas pasokan. Selama beberapa jam dalam setahun, pembangkitan tenaga surya dan angin bahkan mampu memenuhi 79% total permintaan listrik.

Penambahan Kapasitas Pembangkitan Baru

Per November 2025, penambahan kapasitas pembangkitan baru di Chile mencapai total 3.182 MW. Dengan begitu, 2025 menyabet predikat tahun dengan tingkat penambahan pembangkitan baru tertinggi sejak 2021. Sebagian besar kapasitas ini merupakan proyek penyimpanan energi, bukan pembangkit listrik konvensional.

Awal tahun ini, sekitar 700 MW kapasitas pembangkit listrik tenaga batu bara akan ditarik dari zona utara Sistem Kelistrikan Nasional. Ini termasuk pembangkit listrik tenaga termal Mejillones 1 dan 2, serta Infraestructura Eléctrica Mejillones (IEM), yang akan mulai dikonversi ke gas alam.

Penghentian operasional PLTU tersebut menjadi tonggak penting transisi energi Chile, sekaligus meningkatkan kebutuhan terhadap pengoperasian sistem yang lebih fleksibel dan diatur secara ketat.

NCE mencatat, perubahan struktural menimbulkan tantangan operasional yang signifikan. Khususnya dalam menyeimbangkan pembangkitan dan permintaan, memastikan kecukupan sistem, dan mengelola variabilitas. 

Di saat yang sama, perubahan juga menciptakan peluang memperdalam penerapan solusi pelengkap, seperti penyimpanan energi, manajemen sisi permintaan, sumber daya energi terdistribusi, dan perluasan jaringan. 

“Partisipasi energi surya dan angin yang mencapai rekor pada 2025 menunjukkan sistem kelistrikan Chili bergerak mantap menuju matriks listrik terbarukan, tapi juga lebih menantang dari sudut pandang operasional,” kata Ketua Dewan NCE, Juan Carlos Olmedo, dikutip dari Strategic Energy Europe, pada Selasa (6/1).

Olmedo menambahkan, peran NCE adalah memastikan transisi berlangsung dengan mempertahankan standar keamanan dan kualitas pasokan yang tinggi untuk seluruh pengguna. 

Cadangan Termal Dibutuhkan Saat Ketersediaan Air Rendah

Statistik operasional Sistem Kelistrikan Nasional menunjukkan, pembangkit listrik tenaga air (PLTA) turun sebesar 23% pada 2025. Sebab, tahun tersebut termasuk dalam lima tahun terkering yang pernah tercatat di Chile.

Sebaliknya, pembangkit listrik tenaga batu bara meningkat 14,5% dan pembangkit listrik tenaga gas alam naik 6,5%. Terlihat bahwa cadangan termal dibutuhkan selama periode ketersediaan air rendah.

Tahun 2025 juga ditandai dengan pesatnya penerapan sistem penyimpanan energi baterai (BESS) yang mencapai 2 TWh listrik tersimpan. Angka ini lebih dari empat kali lipat total listrik yang dihasilkan pembangkit listrik berbahan bakar diesel pada periode yang sama.

Saat ini, Chile memiliki kapasitas penyimpanan energi sekitar 1.700 MW terpasang, ditambah 600 MW yang berada di tahap pengujian. 

Proyek baterai tambahan sebesar 4.500 MW sedang di tahap pembangunan dan diperkirakan mulai beroperasi tahun ini. Tambahan ini secara signifikan akan meningkatkan fleksibilitas sistem dan integritas energi terbarukan ke dalam jaringan listrik. 

Terlepas dari kondisi kekeringan parah, total biaya operasional sistem tetap berada di kisaran US$1,6 miliar atau sekitar Rp26,8 triliun pada 2025. Secara umum sepadan dengan total biaya pada 2024. 

Secara paralel, operator sistem memberikan beberapa proyek transmisi baru selama 2025, dengan perkiraan komitmen investasi US$ 120 juta atau setara Rp 2 triliun. Ini untuk infrastruktur baru, di samping pendanaan untuk perluasan jaringan. 

Investasi tersebut diharapkan bisa memainkan peran penting untuk mendukung pertumbuhan lebih lanjut di bidang energi terbarukan, penyimpanan energi, dan ketahanan jaringan di seluruh Chili.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pendaftaran Kompetisi Senam Kreasi di Lamongan Dibuka, Juri Surabaya dan Hadiah Jutaan Rupiah
• 3 jam lalurealita.co
thumb
Pertamina Kokohkan Peringkat 1 Skor ESG di Sub Industri Integrated Oil and Gas
• 1 jam laluidxchannel.com
thumb
Melihat Penyuntikan Vaksinasi Influenza Flubio untuk Cegah Super flu bagi Warga di Jakarta
• 2 jam lalumerahputih.com
thumb
Empat Saham Disuspensi Bursa, Dua Emiten Asuransi Masuk Daftar
• 12 jam laluidxchannel.com
thumb
Alasan Eks Borneo FC Fajar Fathurrahman Lebih Memilih Persija Jakarta Dibanding Malut dan Dewa United
• 8 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.