Jakarta: Penetapan durasi 24 jam dalam satu hari merupakan hasil evolusi panjang dari sistem penanggalan dan pengamatan astronomi peradaban Mesir Kuno. Penemuan teks-teks kuno mengungkapkan bahwa pembagian waktu awalnya didasarkan pada pergerakan bintang dan siklus mingguan yang berbeda dengan konsep modern. Evolusi Makna 'Wnwt' dan Tabel Bintang Teks Piramida yang ditulis sebelum tahun 2400 Sebelum Masehi (SM) mencatat kata 'wnwt' sebagai istilah tertua yang berkaitan erat dengan hieroglif bintang. Melalui tabel astronomi pada tutup peti mati di kota Asyut sekitar tahun 2000 SM, istilah ini teridentifikasi sebagai representasi perubahan bintang dalam periode sepuluh hari atau sistem minggu Mesir.
Berikut adalah poin penting terkait sistem penanggalan Mesir Kuno:
- Struktur Kalender: Kalender Sipil Mesir memiliki 12 bulan, di mana setiap bulannya terdiri dari tiga minggu dengan durasi masing-masing 10 hari.
- Representasi Bintang: Tabel astronomi kuno berisi 12 baris nama bintang yang mewakili perubahan posisi bintang sepanjang tahun di langit malam.
- Simbolisme Angka 12: Pemilihan angka 12 sebagai jumlah jam malam kemungkinan besar berawal dari pembagian interval 10 hari pada sistem penanggalan mereka.
- Fenomena Sirius: Orang Mesir menggunakan bintang Sirius sebagai standar penanda waktu karena pola kemunculan dan hilangnya bintang tersebut secara periodik.
Baca Juga :
Ini Alasan Jarum Jam Berputar ke Kanan Berdasarkan Gerak MatahariBerikut adalah perbedaan mendasar antara satuan waktu Mesir Kuno dengan jam modern:
- Pemisahan Waktu: Waktu siang dan malam diungkapkan secara terpisah dan tidak dianggap sebagai satu siklus 24 jam yang menyambung.
- Durasi Variabel: Panjang satu 'wnwt' berubah sepanjang tahun, di mana jam malam lebih panjang saat musim dingin dan jam siang lebih panjang saat musim panas.
- Ketergantungan Alam: Pengukuran waktu hanya dapat dilakukan saat matahari atau bintang terlihat, sehingga terdapat periode tanpa jam saat matahari terbit dan terbenam.
- Sistem Instrumen: Penggunaan jam matahari dan jam air pada masa itu menunjukkan secara visual perubahan durasi 'wnwt' yang mengikuti fenomena titik balik matahari.
Baca Juga :
Sejarah Huruf Alfabet dan Perjalanan Panjangnya Menjadi Bahasa UniversalSistem 12 jam siang dan 12 jam malam ini akhirnya diadaptasi dan digabungkan menjadi standar 24 jam yang digunakan secara universal hingga saat ini. Penemuan ini menegaskan bahwa dasar pengukuran waktu manusia modern berakar kuat pada pengamatan langit oleh para astronom Mesir ribuan tahun silam.
Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com.
(Daffa Yazid Fadhlan)


