Evaluasi dilakukan menyeluruh atas kinerja pemerintahan selama satu tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
IDXChannel—Retret Kabinet Merah Putih Jilid II dimulai, dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026). Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan retret ini diisi dengan pengarahan dan evaluasi.
Evaluasi dilakukan menyeluruh atas kinerja pemerintahan selama satu tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Sebagai pengingat, pemerintah pernah menggelar retret pada 24-27 Oktober 2025 di Akademi Militer, Magelang. Prasetyo mengatakan presiden ingin kegiatan ini dilakukan rutin, tetapi dengan pertimbangan situasi dan kondisi, pelaksanaan tahun ini dipusatkan di Hambalang.
Presiden Prabowo, kata Prasetyo, memang menghendaki kegiatan retreat dilakukan secara rutin, namun dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi, pelaksanaan tahun ini dipusatkan di Hambalang.
Menurutnya, retret memiliki makna penting bagi pemerintah. Selain presiden memberikan arahan langsung, juga menjadi evaluasi seluruh program dan kebijakan strategis pemerintah selama satu tahun terakhir.
Presiden dan Menteri akan Bahas Program StrategisSejumlah isu strategis yang akan dibahas misalnya evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tepat berusia satu tahun pada 6 Januari. Program MBG diklaim telah menjangkau sekitar 55 juta penerima manfaat dari target 82,9 juta penerima.
“Karena sifatnya retreat menyeluruh, tidak hanya MBG. Seluruh kementerian akan dilakukan evaluasi, termasuk mendengarkan laporan perkembangan program selama satu tahun,” kata Prasetyo.
Selain MBG, Presiden Prabowo juga meminta paparan terkait capaian swasembada pangan. Prasetyo menegaskan bahwa sepanjang 2025 Indonesia untuk pertama kalinya tidak melakukan impor beras.
“Alhamdulillah, dalam satu tahun kita berhasil mewujudkan swasembada pangan. Harapannya ini tidak hanya dipertahankan di 2026, tetapi juga ditingkatkan,” ujarnya.
Prasetyo membeberkan bahwa di sektor energi, pemerintah juga akan membahas capaian target lifting migas yang berhasil melampaui target APBN 2025. Meski demikian, Presiden Prabowo menekankan perlunya percepatan agar swasembada energi dapat segera terwujud.
“Dari sisi swasembada energi misalnya, target lifting yang ditetapkan di APBN 2025 juga berhasil terlewati,” katanya.
Prasetyo mengatakan agenda penting lainnya adalah realisasi hilirisasi industri. Menteri Investasi sekaligus CEO Danantara dijadwalkan untuk melaporkan kesiapan sejumlah proyek hilirisasi.
Termasuk rencana groundbreaking beberapa proyek pada Januari 2026 dari 18 proyek yang telah disepakati dalam rapat terbatas bersama presiden.
Selain itu, pembahasan juga mencakup program Sekolah Rakyat yang saat ini telah berjalan di 166 lokasi. Pemerintah menargetkan penambahan sekitar 104 titik baru pada 2026, dengan percepatan pembangunan sarana fisik dan non-fisik.
“Itu saya kira di antaranya beberapa yang nanti akan diminta memberikan paparan, selain tentu saja banyak menteri-menteri yang lain ya," ujarnya.
Prasetyo pun mengatakan bahwa isu kebencanaan turut menjadi perhatian dalam retreat ini. Presiden Prabowo, kata Prasetyo, memberikan penekanan khusus pada percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi di tiga provinsi terdampak bencana Sumatra.
Selanjutnya, bakal dibahas juga penanganan bencana di sejumlah wilayah lain seperti Kepulauan Sitaro di Sulawesi Utara dan Balangan di Kalimantan Selatan, mengingat tingginya curah hujan saat ini.
“Ya, tentu masalah pemulihan, percepatan rekonstruksi maupun rehabilitasi di tiga provinsi terdampak bencana yang lalu. Kemudian sebagaimana kita ketahui juga ada beberapa bencana di tempat yang lain,” katanya.
Prasetyo mengatakan retreat Kabinet Merah Putih di Hambalang dijadwalkan berlangsung tanpa batasan waktu.
“Tidak terbatas waktu. Kita melihat situasinya kalau memang perlu pembahasan terhadap masalah-masalah yang masih muncul ya kita lanjut mungkin sampai malam,” tuturnya.
(Nadya Kurnia)




