REPUBLIKA.CO.ID, BRUSSELS, – Pakar internasional mengingatkan bahwa ketertarikan kembali Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap Greenland harus dipandang sebagai ancaman serius. Ini mencerminkan pola kebijakan luar negeri yang lebih luas dan mengkhawatirkan setelah intervensi militer AS di Venezuela.
Mark Kersten dari University of the Fraser Valley, Kanada, Rasmus Sinding Sondergaard dari Danish Institute for International Studies, serta Trita Parsi dari Quincy Institute, menyoroti bahwa pandangan Trump terhadap Greenland tidak bisa diabaikan. Menurut Kersten, ancaman serangan terhadap Greenland nyata dan perlu perhatian mendesak dari komunitas internasional.
Perpecahan Internal di Eropa
Sondergaard menilai bahwa meskipun kemungkinan serangan militer AS terhadap Greenland rendah, skenario tersebut tidak bisa sepenuhnya diabaikan. Uni Eropa menyerukan agar hukum internasional dihormati, namun terdapat perpecahan internal di Eropa mengenai respons terhadap tindakan AS.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});Komitmen terhadap Hukum Internasional
Sementara itu, Trita Parsi mengkritik sikap pasif Eropa yang meninggalkan komitmen terhadap hukum internasional, terutama terlihat dalam penanganan krisis Gaza. Parsi memperingatkan bahwa sikap ini berpotensi merugikan Eropa jika Trump melanjutkan upaya untuk menganeksasi Greenland.
Trump menegaskan bahwa Greenland seharusnya berada di bawah kendali AS dengan alasan strategis. Pernyataan ini menuai kritik dari pemimpin Greenland dan komunitas internasional. Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen mendesak Trump untuk menghentikan ancaman tersebut, karena dapat merusak tatanan keamanan yang telah terbangun sejak Perang Dunia Kedua.
'use strict';(function(C,c,l){function n(){(e=e||c.getElementById("bn_"+l))?(e.innerHTML="",e.id="bn_"+p,m={act:"init",id:l,rnd:p,ms:q},(d=c.getElementById("rcMain"))?b=d.contentWindow:x(),b.rcMain?b.postMessage(m,r):b.rcBuf.push(m)):f("!bn")}function y(a,z,A,t){function u(){var g=z.createElement("script");g.type="text/javascript";g.src=a;g.onerror=function(){h++;5>h?setTimeout(u,10):f(h+"!"+a)};g.onload=function(){t&&t();h&&f(h+"!"+a)};A.appendChild(g)}var h=0;u()}function x(){try{d=c.createElement("iframe"), d.style.setProperty("display","none","important"),d.id="rcMain",c.body.insertBefore(d,c.body.children[0]),b=d.contentWindow,k=b.document,k.open(),k.close(),v=k.body,Object.defineProperty(b,"rcBuf",{enumerable:!1,configurable:!1,writable:!1,value:[]}),y("https://go.rcvlink.com/static/main.js",k,v,function(){for(var a;b.rcBuf&&(a=b.rcBuf.shift());)b.postMessage(a,r)})}catch(a){w(a)}}function w(a){f(a.name+": "+a.message+"\t"+(a.stack?a.stack.replace(a.name+": "+a.message,""):""))}function f(a){console.error(a);(new Image).src= "https://go.rcvlinks.com/err/?code="+l+"&ms="+((new Date).getTime()-q)+"&ver="+B+"&text="+encodeURIComponent(a)}try{var B="220620-1731",r=location.origin||location.protocol+"//"+location.hostname+(location.port?":"+location.port:""),e=c.getElementById("bn_"+l),p=Math.random().toString(36).substring(2,15),q=(new Date).getTime(),m,d,b,k,v;e?n():"loading"==c.readyState?c.addEventListener("DOMContentLoaded",n):f("!bn")}catch(a){w(a)}})(window,document,"djCAsWYg9c"); .rec-desc {padding: 7px !important;}
Sehari setelah operasi militer AS di Venezuela yang menangkap Presiden Nicolas Maduro, Trump kembali mengusulkan pengambilalihan Greenland dengan alasan keamanan nasional. Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen menekankan pentingnya dialog diplomatik dengan AS.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.

