FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Debat kusir kembali terjadi di di media sosial. Chusnul Chotimah, mengusik Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dedek Prayudi alias Uki, menyusul viralnya kembali cuitan lama yang menyerang Prabowo Subianto saat masih berstatus Capres.
Chusnul mengatakan bahwa Dedek bersikap tidak konsisten dan emosional setelah cuitan lamanya kembali jadi perhatian publik.
Ia bahkan menyebut Dedek bereaksi dengan menuduh pihak lain secara serampangan.
“Si penjilat Uki panas, akhirnya main tuduh sembarangan seperti termul kelas rendah,” ujar Chusnul di X @ch_chotimah2 (6/1/2026).
Chusnul juga membantah tudingan bahwa dirinya hanya berani bersikap kritis ketika seseorang tidak lagi berkuasa.
Ia menegaskan sudah bersikap oposisi sejak lama, termasuk saat Presiden ke-7 Jokowi masih menjabat.
“Saya memusuhi Jokowi saat dia masih berkuasa, mas ingat lagi baik-baik, masih muda sudah bungul,” sebutnya.
Lebih lanjut, Chusnul menegaskan sikap politiknya tidak ditentukan oleh siapa yang sedang memegang kekuasaan.
Ia mengatakan bahwa dirinya masih mendukung sejumlah tokoh politik yang saat ini tidak berada di lingkar kekuasaan.
“Kalau ukuran berkuasa saya baru mendekat, kenapa saya masih mendukung PDIP, Risma, Ahok, Ganjar Pranowo yang sudah gak berkuasa?,” imbuhnya.
“Gak semua orang serendah kamu mas,” tandasnya.
Menanggapi serangan tersebut, Dedek Prayudi memberikan klarifikasi sekaligus balasan. Ia menjelaskan makna menjilat menurut versinya dalam konteks politik.
“Menjilat itu adalah ketika seseorang berkuasa lalu kita mendekat. Ketika orang tersebut tak berkuasa, lalu kita menjauh bahkan memusuhi,” ujar Dedek.
Dedek menegaskan, PSI tetap konsisten mendukung Presiden Joko Widodo, bahkan setelah Jokowi tidak lagi menjabat sebagai presiden.
“Kami PSI hingga kini adalah loyalis Pak Jokowi bahkan ketika beliau gak berkuasa,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa Jokowi dan Prabowo telah lama berdamai dan membangun kerja sama politik sejak pasca-Pemilu 2019.
Bahkan, menurut Dedek, Jokowi secara terbuka mendukung Prabowo pada Pilpres 2024.
“Pak Jokowi sudah lama berekonsiliasi dengan Pak Prabowo selepas Pemilu 2019 dan mendukung Prabowo pada Pemilu 2024 lalu menang,” ucapnya.
Dedek kemudian menyinggung posisi politik pihak yang mengkritiknya.
“Kamu kan kalah ya, kalau gak salah,” terangnya.
Tidak berhenti di situ, ia melontarkan sindiran balik terkait tudingan jilat menjilat yang menurutnya salah alamat.
“Jadi framing jilat menjilat itu lebih tepat disematkan kepada tekor (ternak koruptor). Kamu taulah siapa yang saya maksud,” kuncinya.
Seperti diketahui, sejumlah elit PSI memiliki rekam jejak menyerang Prabowo sebelum menjadi Presiden.
Di antaranya Raja Juli Antoni yang saat ini jadi Menteri Kehutanan dan Dedek Prayudi sendiri.
Bahkan cuitan Dedek yang menyerang Prabowo menggunakan isu penculikan aktivis pernah dibalas pedas oleh Dahnil Simanjuntak.
“Betul, ini bukan negeri sulap, seperti janji mobil nasional Esemka yang mau disulap. Setop impot yang dikhianati. Tidak naik BBM dan lain-lain,” balas Dahnil waktu itu di X.
(Muhsin/fajar)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/4938922/original/005732500_1725702494-Screenshot_20240907_142113_WhatsApp.jpg)


