Indeks saham utama Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup menguat pada Selasa (6/1). Pendorongnya adalah lonjakan saham-saham chip seiring bangkitnya optimisme terhadap Artificial Intelligence (AI). Saham Moderna (MRNA.O) melonjak tajam, sementara indeks Dow Jones Industrial Average mencetak rekor tertinggi baru.
Mengutip Reuters, Indeks S&P 500 (.SPX) naik 0,62 persen dan ditutup di level 6.944,82. Nasdaq Composite (.IXIC) menguat 0,65 persen ke 23.547,17, sementara Dow Jones Industrial Average (.DJI) naik 0,99 persen ke 49.462,08, mendekati level psikologis 50.000.
Saham Moderna (MRNA.O) melonjak hampir 11 persen setelah BofA Global Research menaikkan target harga saham perusahaan farmasi tersebut. Kenaikan ini ikut mendorong indeks sektor kesehatan S&P 500 (.SPXHC) naik 1,96 persen.
Saham perusahaan teknologi memori dan penyimpanan data juga melesat setelah CEO Nvidia Jensen Huang, memaparkan detail teknologi lapisan penyimpanan baru dalam ajang Consumer Electronics Show (CES) di Las Vegas.
Saham SanDisk (SNDK.O) melonjak lebih dari 27 persen, Western Digital (WDC.O) naik 17 persen, Seagate Technology (STX.O) menguat 14 persen, dan Micron Technology (MU.O) naik 10 persen. Keempat saham tersebut sama-sama mencetak rekor tertinggi sepanjang masa.
Indeks saham chip PHLX (.SOX) juga mencapai rekor tertinggi, naik 2,75 persen dalam sehari dan mencatat kenaikan sekitar 8 persen dalam tiga hari perdagangan pertama tahun 2026.
Manajer portofolio Argent Capital, Jed Ellerbroek, mengatakan musim laporan keuangan perusahaan teknologi besar (Big Tech) diperkirakan akan sangat kuat. Menurut dia proyeksi belanja modal (capex) perusahaan-perusahaan tersebut kemungkinan kembali direvisi naik.
Investor kini menantikan data ekonomi yang lebih andal setelah dampak penutupan pemerintah atau shutdown federal AS selama 43 hari mulai mereda. Data yang dinanti antara lain survei lowongan kerja dan perputaran tenaga kerja (JOLTS) serta laporan ketenagakerjaan bulan Desember. Data tenaga kerja yang lebih lemah dari perkiraan bisa memperkuat peluang pemangkasan suku bunga oleh bank sentral AS.
Menjelang musim laporan keuangan kuartal IV 2025, valuasi saham di Wall Street masih tergolong mahal. Indeks S&P 500 (.SPX) diperdagangkan di kisaran 22 kali estimasi laba, turun dari 23 kali pada November, namun masih di atas rata-rata lima tahunnya yang sebesar 19 kali, menurut data LSEG.
Volume perdagangan di bursa AS terbilang tinggi, dengan 18,7 miliar saham berpindah tangan, dibandingkan rata-rata 16,1 miliar saham dalam 20 sesi sebelumnya.
Data terbaru menunjukkan indeks Purchasing Manager’s Index (PMI) gabungan final S&P Global turun ke 52,7 pada Desember dari 53,0 di bulan sebelumnya. PMI sektor jasa juga melemah menjadi 52,5 dari 52,9.
Pasar juga mencermati pernyataan Presiden The Fed Richmond, Tom Barkin, yang menegaskan sikap hati-hati bank sentral AS terkait pemangkasan suku bunga lanjutan. Pernyataan ini berbeda dengan pandangan Gubernur The Fed Stephen Miran, yang sebelumnya mendorong pemangkasan suku bunga secara agresif.
Investor cenderung mengabaikan kekhawatiran dampak geopolitik setelah pasukan AS menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada akhir pekan lalu. Pasar menilai langkah tersebut berpotensi membuka akses perusahaan AS ke cadangan minyak Venezuela.
Saham sektor energi melemah setelah reli kuat pada sesi sebelumnya. Saham Exxon Mobil (XOM.N) turun 3,4 persen dan Chevron (CVX.N) anjlok 4,5 persen.
Komentar Jensen Huang dari Nvidia (NVDA.O) mengenai efisiensi chip baru memicu kekhawatiran terhadap permintaan sistem pendingin pusat data. Saham Johnson Controls (JCI.N) turun 6,2 persen, sementara Trane Technologies (TT.N) melemah 2,5 persen.
Saham American International Group atau AIG (AIG.N) anjlok 7,5 persen setelah perusahaan asuransi tersebut mengumumkan CEO Peter Zaffino akan mengundurkan diri.
Jumlah saham yang menguat jauh lebih banyak dibandingkan yang melemah di indeks S&P 500 (.AD.SPX), dengan rasio 3,1 banding 1. S&P 500 mencatat 62 saham menyentuh level tertinggi baru dan 8 saham terendah baru. Sementara Nasdaq mencatat 126 saham di level tertinggi baru dan 42 saham di level terendah baru.





